Menurut Luhut, masalah radikalisme muncul karena kemiskinan. "Masalah radikalisme itu karena kemiskinan. Itu, teroris yang bom di Bandung kemarin, itu orang miskin," ujar Luhut.
Maka itu, lanjut Luhut, untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, pemerintah sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 500 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Luhut beri kuliah umum di ITB (Avi-detikcom) |
"Pemerintah sudah mengucurkan dan besar, hasilnya sekarang ada peningkatan akses pendidikan dan kesehatan. Kami juga tidak ingin ada anak yang tak sekolah," ucap Luhut.
Selain kemiskinan, tantangan pembangunan di Indonesia adalah pemerataan pembangunan. Saat ini, lanjutnya, pemerintah cukup gencar melakukan pembangunan infrastruktur agar pertumbuhan ekonomi terus bergerak.
"Pembangunan infrastruktur sekarang ada di mana-mana. Salah satu pergerakan ekonomi akibat pembangunan infrastruktur bisa dilihat di NTT," terangnya.
Pemerintah pun, kata dia, mencabut beberapa subsidi untuk dialokasikan ke dana pendidikan dan beasiswa.
"Kami siapkan beasiswa dan d pendidikan. Generasi kami yang menyiapkan untuk generasi kalian, ini harus detail. Kalau enggak, di bawahnya akan banyak masalah yang kecil-kecil itu," katanya. (avn/rvk)












































Foto: Luhut beri kuliah umum di ITB (Avi-detikcom)