Apa Alasan Raja Salman Menginap di Nusa Dua?

Kunjungan Raja Salman

Apa Alasan Raja Salman Menginap di Nusa Dua?

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 01 Mar 2017 11:57 WIB
Apa Alasan Raja Salman Menginap di Nusa Dua?
Spanduk Raja Salman Hiasi Depan Gedung DPR (Foto: Rengga Sancaya-detikcom)
Badung - Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud akan berlibur di Bali usai kunjungan kenegaraan di Jakarta. Raja Salman memilih kawasan Nusa Dua yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai lokasi menginap.

"Nusa Dua memang didesain untuk wisata kelas tingkat tinggi karena sudah dilengkapi CCTV dan tenaga keamanan profesional. Kepala negara memang biasa di tempat kita," kata Wakil Direktur ITDC Jatmiko Santosa.

Jatmiko menyampaikan hal ini di kantornya, Jl Pantai Mengiat, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (1/3/2017). Ia menambahkan, jumlah rombongan Raja Salman memang membuat kawasan ITDC harus kerja ekstra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuma memang rombongan Raja Salman sangat besar, memang kita memerlukan persiapan khusus. Tinggal bagaimana sistem me-support VVIP 1.500 orang, dari biassanya 500 orang," ujar Jatmiko.

Jatmiko menyatakan kawasan ITDC Nusa Dua memang dikembangkan untuk kunjungan tamu kenegaraan, acara konferensi tingkat internasional dan tempat berliburnya tokoh internasional. Hal ini karena desain kawasan tersebut mengutamakan keamanan, kenyamanan dan eksklusivitas.

"Fasilitas VVIP sudah ada, ada helipad dan rumah sakit juga ada," ucap Jatmiko.

Kawasan ini juga diisi oleh belasan hotel bintang lima dengan fasilitas yang wah. Sebagian hotel berada di tepi pantai pasir putih yang bebas dari pedagang kaki lima.

Sejumlah petinggi negara juga pernah ke Nusa Dua, seperti Mantan Presiden Amerika Barrack Obama pada November 2011. Di Bulan Oktober 2013, Nusa Dua juga ditunjuk sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi APEC. Sejumlah kepala negara juga hadir di di KTT APEC, salah satunya Presiden Rusia Vladimir Putin, Eks Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan lain-lain. (rvk/try)


Berita Terkait