Investigasi Kemnaker: Rabitah Pernah Operasi Ginjal, PJTKI 'Off'

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Rabu, 01 Mar 2017 11:54 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Tim Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ikut turun menyelidiki kasus Sri Rabitah, TKI asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pada tahap awal, mereka menemukan beberapa hal. Mulai dari dugaan Rabitah mengalami gangguan ginjal hingga perusahaan pengirim Rabitah ke Qatar telah dicabut izinnya.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kemnaker, R. Soes Hindharno, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/3/2017), tim investigasi terdiri dari pengawas ketenagakerjaan baik pusat dan Dinas Tenaga Kerja Lombok Utara. Mereka mengumpulkan data dari keluarga Sri Rabitah dan perwakilan agen yang memberangkatkan ke Qatar.

Di Jakarta, tim investigasi memeriksa PT Falah Rima Hudaity Bersaudara selaku Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang memberangkatkan korban. Diperoleh keterangan, pada akhir Desember 2016, perusahaan tersebut telah dicabut izinnya oleh Kemenaker karena terkait pelanggaran pengiriman tenaga kerja wanita ke Timur Tengah.

"Meski demikian, perusahaan tersebut harus bertanggung jawab kepada tenaga kerja yang dikirimkannya," kata Soes.

Di Doha, Atase Ketenagakerjaan dari KBRI Doha, Qatar telah meminta keterangan dari RS Hamad Qatar, tempat korban dirawat pada 2014. Atase juga akan meminta keterangan dari pihak otoritas keimigrasian Qatar, meminta keterangan dari Aljazira (perusahaan penyalur tenaga kerja di Qatar), kepada bekas majikan korban.

Soes menambahkan tim memperoleh keterangan dari otoritas keimigrasian Qatar menyebutkan Rabitah tiba di Qatar pada 18 Juli 2014 dan pulang ke Indonesia pada 5 November 2014. Sementara dari pihak RS Hamad Qatar diperoleh keterangan bahwa pada 11 Agustus 2014 melakukan operasi ginjal kepada Rabitah karena gangguan batu ginjal yang parah.

"Informasi yang kami peroleh tadi, baru informasi awal yang harus diselidiki tuntas. Apakah memang ada pencurian organ ginjal atau tidak," jelas Soes.

Sri Rabitah mengaku kehilangan satu ginjalnya karena diambil majikannya. Pemerintah melalui Kemlu dan BNP2TKI hingga DPR merespons. Namun berdasarkan pengecekan rumah sakit di NTB, belakangan diketahui bahwa ginjal Rabitah masih utuh. (try/van)