"Kaitan dengan pengamanan ini karena memang Bali tujuan wisata idaman semua orang maka kami akan all out melakukan pengamanan bersama seluruh stakeholder yang ada, baik TNI, gubernur, pangkalan udara dan sebagainya," kata Petrus di kantornya, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Rabu (1/3/2017).
Menurut dia, dengan telah datangnya kepala kepolisian Arab Saudi di Jakarta maka koordinasi pengamanan semakin berkesinambungan. "Tadi malam, kepala kepolisian Saudi sudah datang juga dan diterima langsung Bapak Kapolri. Tempat wisata yang akan dikunjungi mungkin nanti dari 25 pangerannya dan 10 menterinya itu sudah koordinasi dengan Ditlantas Polda Bali. Kami akan siap mendampingi ke mana saja," ujar Petrus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi Kondusif
Petrus menyatakan Bali masih dalam situasi kondusif menjelang kedatangan Raja Salman.
"Sampai sekarang belum ada ancaman pasti dan berarti. Kalau pun ada, kami antisipasi cepat. Prioritas kami sama seperti biasa," kata Petrus.
Kekuatan pengamanan dari Polda Bali disebutkan sebanyak 878 personil. Kekuatan personil tersebut akan digabungkan dengan satuan wilayah lainnya sehingga mencapai 1.100 personil lebih. "878 Untuk Polda, ditambah dengan kekuatan yang lain maka lebih dari 1.000 personil bersama Kodam, Polda dan Paspampres. Paspampres itu di ring satu sesuai standar. Sampai sekarang tidak ada ancaman bom," ujar Petrus.
Pengamanan ini juga dilakukan oleh puluhan pengawal keluarga kerajaan. Menurut Petrus, walau Raja Salman hanya berwisata, pengamanan tetap dilakukan karena ia seorang kepala negara.
"Kalau pun sebagai wisatawan, penerimaan kepala negara itu wajib dan kita juga memberikan yang sama dengan kepala negara lainnya," ujar Petrus. (aan/aan)










































