Hari ini nanti, Rabu (1/3/2017) bukanlah pertemuan antara Jokowi dengan Raja Salman untuk yang pertama kali. Mereka pernah bertemu di Jeddah, Arab Saudi, pada September 2015.
Pada pertemuan saat itu, RI dan Arab Saudi menyepakati berbagai hal. Mulai dari investasi hingga kuota haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya (12/9/2015), Jokowi menemui Raja Salman di Istana Al Salam Diwan Malaki. Raja Salman menyambut Jokowi dengan upacara penyambutan kenegaraan, jamuan makan siang, hingga pemberian medali.
Setelah itu mereka melakukan pertemuan bilateral dan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Selain itu, Jokowi juga sempat menyampaikan permintaan maaf untuk 4 TKI yang kala itu akan menghadapi hukuman pancung di Arab Saudi.
Keempat TKI yang terancam hukuman mati tersebut adalah Tuty Tursilawati, Etty Toyib, Ato Suparto bin Data alias Nawali Hasan Ihsan, dan Agus Ahmad Arwas. Etty dan Tuty yang kebetulan sama-sama berasal dari Majalengka, Jawa Barat divonis mati karena telah membunuh majikannya.
Kemudian Ato dan Agus divonis lantaran keduanya telah memperkosa kemudian membunuh seorang WNI bernama Fatma. Sebetulnya Ato dan Agus divonis dengan kejahatan 'yang tak bisa dimaafkan' di Arab Saudi.
Mengenai kuota haji, Raja Salman waktu itu menambahkan 10.000 tambahan. Tetapi kini jumlahnya ditambahkan lagi sehingga kuota haji Indonesia menjadi 221.000 setelah kuota untuk RI dikembalikan seperti semula sebelum Masjidil Haram direnovasi.
"Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211 ribu untuk tahun 2017. Selain itu, pemerintah Arab Saudi menyetujui permintaan penambahan kuota sebesar 10 ribu. Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia di tahun 2017 menjadi 221 ribu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin (11/1/2017).
Pada pertemuan tahun 2015 itu RI dan Arab Saudi juga menyepakati kerja sama di bidang pertahanan. Kemudian di bidang investasi, Arab Saudi melalui perusahaan minyaknya, Aramco, akan membangun kilang minyak di Indonesia.
Kini pemimpin kedua negara tersebut kembali akan bertemu di Indonesia. Rencananya akan ada 10 nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani.
(bpn/aan)










































