DetikNews
Rabu 01 Maret 2017, 07:49 WIB

Kunjungan Raja Salman

Menengok Kembali Hasil Pertemuan Jokowi-Raja Salman di Arab Saudi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Menengok Kembali Hasil Pertemuan Jokowi-Raja Salman di Arab Saudi Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Jakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud segera tiba di Indonesia setelah merampungkan kunjungan kenegaraan di Malaysia. Tentunya Raja Salman nanti akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RI Jokowi dan jajarannya.

Hari ini nanti, Rabu (1/3/2017) bukanlah pertemuan antara Jokowi dengan Raja Salman untuk yang pertama kali. Mereka pernah bertemu di Jeddah, Arab Saudi, pada September 2015.

Pada pertemuan saat itu, RI dan Arab Saudi menyepakati berbagai hal. Mulai dari investasi hingga kuota haji.

Saat itu Jokowi dan rombongan yang terdiri dari Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Menteri PPN/Kepala waktu itu Bappenas Sofyan Djalil, Menteri ESDM waktu itu Sudirman Said, Menteri Perdagangan waktu itu Thomas Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab. Mereka mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada 11 September 2015.

Keesokan harinya (12/9/2015), Jokowi menemui Raja Salman di Istana Al Salam Diwan Malaki. Raja Salman menyambut Jokowi dengan upacara penyambutan kenegaraan, jamuan makan siang, hingga pemberian medali.

Setelah itu mereka melakukan pertemuan bilateral dan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Selain itu, Jokowi juga sempat menyampaikan permintaan maaf untuk 4 TKI yang kala itu akan menghadapi hukuman pancung di Arab Saudi.

Keempat TKI yang terancam hukuman mati tersebut adalah Tuty Tursilawati, Etty Toyib, Ato Suparto bin Data alias Nawali Hasan Ihsan, dan Agus Ahmad Arwas. Etty dan Tuty yang kebetulan sama-sama berasal dari Majalengka, Jawa Barat divonis mati karena telah membunuh majikannya.

Kemudian Ato dan Agus divonis lantaran keduanya telah memperkosa kemudian membunuh seorang WNI bernama Fatma. Sebetulnya Ato dan Agus divonis dengan kejahatan 'yang tak bisa dimaafkan' di Arab Saudi.

Mengenai kuota haji, Raja Salman waktu itu menambahkan 10.000 tambahan. Tetapi kini jumlahnya ditambahkan lagi sehingga kuota haji Indonesia menjadi 221.000 setelah kuota untuk RI dikembalikan seperti semula sebelum Masjidil Haram direnovasi.

"Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211 ribu untuk tahun 2017. Selain itu, pemerintah Arab Saudi menyetujui permintaan penambahan kuota sebesar 10 ribu. Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia di tahun 2017 menjadi 221 ribu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin (11/1/2017).

Pada pertemuan tahun 2015 itu RI dan Arab Saudi juga menyepakati kerja sama di bidang pertahanan. Kemudian di bidang investasi, Arab Saudi melalui perusahaan minyaknya, Aramco, akan membangun kilang minyak di Indonesia.

Kini pemimpin kedua negara tersebut kembali akan bertemu di Indonesia. Rencananya akan ada 10 nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani.




(bpn/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed