DetikNews
Rabu 01 Maret 2017, 03:01 WIB

Diduga Dijual, 350 Kios di Pasar Tradisonal Semarang akan Disegel

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Diduga Dijual, 350 Kios di Pasar Tradisonal Semarang akan Disegel Foto: Wali Kota Semarang mengunjungi Pasar Mijen Semarang 24 Januari 2017 lalu/Dokumen Humas Pemkot Semarang
Semarang - Sebanyak 350 kios yang berada di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang, Jawa Tengah akan disegel pihak Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Perdagangan. Penyegalan itu dilakukan karena kios tidak produktif dan ada dugaan jual beli atau sewa kios oleh oknum pedagang.

Hal itu diungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi usai acara diskusi 'Revitalisasi Pasar Tradisional' di Hotel Wimarion, Tegalsari, Semarang, Selasa (28/2/2017). Hendi meminta kepada Dinas Perdagangan untuk menyegel 350 kios di 44 pasar tradisional.

"Semangatnya bukan hanya membangun tetapi membangunkan pasar rakyat, sehingga jangan sampai upaya kami ini justru tidak didukung oleh pedagang, kesannya pemerintah jadi bertepuk sebelah tangan," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Ia mengungkapkan, penyegelan dilakukan karena banyaknya kios-kios yang kosong tidak digunakan untuk berjualan. Selain itu, diindikasikan juga ada praktik sewa atau jual beli.

"Dengan perintah penyegelan ini harapan kami nantinya kios-kios tersebut dapat digunakan pedagang yang berhak, sehingga pasarnya jadi lebih ramai," tandasnya.

Sejumlah kios yang sudah dilakukan penyegelan antara lain di Pasar Pedurungan, Pasar Gayamsari, dan Pasar Langgar. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan penindakan tegas akan dilakukan jika ada kios yang merupakan aset pemkot itu disewakan atau dijual belikan.

"Jangan sampai ada jual beli maupun sewa menyewa kios. Kami akan tindak tegas, tidak adak ada toleransi. Fasilitas yang ada di pasar merupakan aset pemerintah," kata Fajar.

Kios yang disegel berada di lokasi strategis sehingga membuat kesan pasar menjadi sepi karena tidak digunakan untuk berjualan. Jika pemilik kios yang disegel itu tidak segera melapor ke Dinas Perdagangan, lanjut Fajar, maka akan diberikan kepada pedagang yang membutuhkan.

Hendi menjelaskan, Pemkot Semarang hingga saat ini sudah melakukan revitalisasi terhadap 16 pasar tradisional atau pasar rakyat. Revitalisasi dilakukan tanpa investor sehingga pedagang bisa menggunakan kios tanpa terbebani biaya.

"Yang perlu digarisbawahi di sini adalah saya berkomitmen untuk melakukan revitalisasi pasar tanpa melibatkan investor, hal ini agar pedagang tidak terbebani ketika masuk kembali setelah pasar tersebut selesai dibangun," jelas Hendi.

Pasar yang sudah direvitalisasi yaitu RPU Penggaron, Pasar Jrakah, Pasar Rasamala, Pasar Surtikanti, Pasar Genuk, Pasar Rejomulyo, Pasar Klithikan, Pasar Sampangan, Pasar Kembang Kalisari, Pasar Peterongan, Pasar Pedurungan, Pasar Dargo, Pasar Purwogondo, Pasar Waru, Pasar Suryokusumo dan Pasar Bulu.

"Sementara untuk tahun 2017 beberapa pasar rakyat akan kita revitalisasi, di antaranya Pasar Srondol dengan anggaran Rp 12 miliar yang saat ini sedang tahap lelang. Kemudian Pasar Klithikan lanjutan dengan anggaran Rp 15 miliar dalam tahap lelang," ujarnya.

"Selanjutnya, Pasar Johar sementara di MAJT tahap dua dengan anggaran Rp 19,3 miliar yang masih dalam tahap negosiasi lahan dan Pasar Waru dengan anggaran Rp 18,5 miliar yang saat ini dalam tahap review DED karena peristiwa kebakaran pada November 2016 lalu," imbuhnya.

Pria yang juga politisi PDIP tersebut mengungkapkan jika upaya revitalisasi pasar yang dilakukannya tersebut sejalan dengan program revitalisasi pasar Presiden Jokowi. Seperti diketahui bahwa Presiden Jokowi menargetkan akan melakukan revitalisasi 5.000 pasar tradisional di Indonesia.


(alg/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed