Zulkifli menyebutkan hal itu dalam acara pembukaan Konsolidasi Nasional Kaderisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) 2017, Selasa (28/2/2017). Ia menyampaikan materi 'Sosialisasi Empat Pilar MPR RI' kepada ratusan pengurus dan anggota KAMMI. Zulkifli membawakan materi soal Pancasila sebagai dasar hukum dan ideologi bangsa Indonesia dengan menitikberatkan pada permasalahan keadilan.
"Fakta bahwa ketimpangan besar antara yang kaya dan yang miskin masih sangat terasa. Banyak sekali rakyat Indonesia yang tidak memiliki tanah, tapi di sisi lain ada segelintir si kaya yang memiliki tanah yang sangat luas. Inilah tantangan bangsa, yakni pemerataan keadilan," kata Zulkifli dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok MPR |
"Keadilan juga bukan hanya di bidang perekonomian, tapi juga keadilan pandangan dan perlakuan. Semua harus berlaku adil satu sama lain, saling menghormati perbedaan. Beda agama, beda suku, beda keyakinan, juga beda pilihan adalah keniscayaan dan memang bagian dari bangsa dan negara kita serta pelaksanaan demokrasi di negara kita," ujarnya.
Zulkifli juga mengingatkan soal mayoritas dan minoritas. Di setiap negara pasti ada mayoritas dan minoritas, baik dalam agama, suku, maupun ras. Yang harus diperhatikan, kata Zulkifli, mayoritas tidak boleh berlaku sewenang-wenang.
Namun, ditambahkannya, mayoritas harus melindungi minoritas dan sebaliknya, mayoritas tidak boleh sewenang-wenang, apalagi yang minoritas. "Intinya, semua harus ada keseimbangan dan saling menghormati, juga menghargai," tuturnya. (idh/idh)












































Foto: Dok MPR