"Alasan mereka melakukan gugatan rasanya sudah kita tutup. Karena dulu saya dengan Bung Yandri membuat undang-undang ini. Makanya, ketika mereka mencoba ke MK, saya dan Bung Yandri sudah tahu nggak akan (diterima). Memang kita sudah tutup dari awal," ujar Wahidin dalam pertemuan di Kota Serang, Selasa (28/2/2017).
Wahidin menyebut selisih suara dirinya, yang berpasangan dengan Andika Hazrumy, dengan pasangan Rano-Embay hanya 1,9 persen. KPU Banten sebelumnya menetapkan pasangan Wahidin-Andika mendapatkan total 2.411.213 suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang tidak gampang menerima kekalahan. Kenapa menang cuma 1,9%, ada rasa penasaran. Apalagi yang kalah. Ya, kita doakan mereka sehat semua," ujarnya.
Wahidin juga menanggapi protes yang dilayangkan kubu Rano-Embay soal pemungutan suara di Kota Tangerang. Bagi Wahidin, tidak ada alasan mempersoalkan kemenangan dirinya bersama Andika.
Secara khusus Wahidin meminta Ketum PAN Zulkifli Hasan ikut menjaga proses lanjutan pasca-pemungutan suara. Pihak penyelenggara pilkada diminta tetap netral.
"Pak Zul, mohon bantuannya. Politik bukan lagi di Banten, pertarungannya ada di pusat. Saya yakin, dengan kapasitas beliau, rasanya Pak Zul bisa mempertahankan kemenangan ini, apalagi berkedudukan Ketua MPR. Ingatkan kapoldanya, ingatkan Kapolri, ingatkan kejaksaan. Sudahlah kasih saja buat Pak Wahidin Halim," tuturnya. (bri/fdn)










































