Presiden Jokowi dan Raja Salman akan Bahas Konflik Timur Tengah

Presiden Jokowi dan Raja Salman akan Bahas Konflik Timur Tengah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 17:57 WIB
Presiden Jokowi dan Raja Salman akan Bahas Konflik Timur Tengah
Raja Salman (Gary Cameron/Reuters)
Jakarta - Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed al-Shuibi mengatakan konflik Timur Tengah akan menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

"Berkaitan dengan kebijakan luar negeri, seperti Suriah dan Yaman, tentu ini juga akan menjadi bahan pembicaraan dengan Presiden Jokowi," kata Osama di kantor Kedubes Arab Saudi, Jalan HR Rasuna Said Kav B-3, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Terkait konflik Timur Tengah ini, Osama mengatakan, pemerintah Arab Saudi terus berupaya mencarikan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara di jazirah Arab tersebut. Ia juga berharap konflik yang sekarang dialami oleh Timur Tengah ini dapat diselesaikan secara damai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tekankan di sini juga, pemerintah Arab Saudi terus mengupayakan bagi masalah-masalah yang terjadi di Timur Tengah melalui cara-cara yang damai tentunya," tuturnya.

Selain itu, Osama menyebut Presiden Jokowi dan Raja Salman akan membahas kerja sama keamanan di antara kedua negara. Ia pun mengatakan tidak akan membahas secara spesifik masalah terorisme yang saat ini menjadi isu keamanan global.

"Terorisme tidak dibahas secara spesifik, namun kerja sama keamanan akan terus dilakukan di antara kedua negara. Mengingat masalah terorisme tidak memiliki agama dan tidak memiliki identitas. Itu merupakan tindakan yang perlu dikecam bersama," imbuhnya.

Raja Salman akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Tak tanggung-tanggung, pemimpin Arab Saudi tersebut membawa rombongan dengan jumlah yang cukup besar, yakni kurang-lebih 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Arab Saudi setelah 47 tahun. (dhn/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads