Melihat Penampungan Sementara Sri Rabitah Sebelum ke Qatar

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 18:00 WIB
Sri Rabitah (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Tenaga kerja Indonesia asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sri Rabitah, disebut kehilangan satu ginjal saat bekerja di Doha, Qatar. Sebelum diberangkatkan ke Qatar oleh sebuah perusahaan penyalur TKI, Sri disebut ditampung di sebuah tempat di Jalan Raya Condet, RT 10, RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Rumah yang disebut sebagai tempat penampungan Sri dan TKI yang akan dikirim ke Timur Tengah itu terlihat sepi saat didatangi detikcom hari ini, Selasa (28/2/2017). Rumah berpagar hitam setinggi 2 meter ini terkunci dengan gembok besar.

Berdasarkan pengakuan warga sekitar, rumah penampungan ini memang selalu terlihat sepi serta terkunci. Terkadang hanya ada personel satpam yang keluar-masuk sekadar membeli makanan atau jajanan di luar rumah penampungan.

"Semenjak ada larangan ke Timur Tengah itu, rumah itu kayaknya dijual. Kalau sekarang namanya saya nggak tahu," ucap Nur, seorang penjual ayam bakar tak jauh dari rumah penampungan.

"Kalau masuk-keluar ada satpam, yang beli ayam bakar di saya saja ya satpam. Paling gerbang itu dibuka kalau ada tukang dagang saja," tambah Nur.

Sama halnya dengan seorang tetangga yang berjarak dua rumah dari tempat penampungan Sri, Pendi. Ia juga mengatakan kondisi rumah setiap hari memang selalu digembok.

"Saya tahu ada penampungan TKI memang, sudah lama, tahunan. Dulu namanya itu Alatas, tapi sudah tidak ada. Ganti bos sih saya dengar-dengar, sekarang Falah Rima. Setiap hari memang digembok, ada satpamnya. Nanti kalau ada yang masuk, baru dibukain. Bosnya pakai mobil masuknya, tidak ketahuan," ujarnya ketika ditemui.

Pendi mengatakan pada jam tertentu saja gerbang hitam tersebut akan dibuka. Menurutnya, TKI yang ada pada tempat penampungan tersebut kini sudah mulai berkurang.

"Kalau ada tukang dagang dibukain. Jam 2 siang biasanya ada tukang rujak, pada jajan aja nanti. Di situ banyak TKI-nya, kemarin-kemarin banyak. Sekarang berkurang, soalnya sudah pada terbang," ujar Pendi.

Sri Rabitah awalnya dijanjikan berangkat ke Uni Emirat Arab, namun akhirnya dikirim ke Doha, Qatar, pada tahun 2014. Setelah sebulan, Sri dipulangkan dalam kondisi sakit di bagian pinggang kanan. Setelah mengecek ke rumah sakit dan di-roentgen, ternyata ginjal kanan Sri sudah tidak ada dan diganti dengan slang. (erd/imk)