"Pendirian dari sekolah ini diperuntukkan hanya buat pengembangan bahasa Arab, yaitu di Kota Makassar, Surabaya, dan Medan," ujar Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed al-Shuibi di kantornya, Jl HR Rasuna Said Kav B-3, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).
Osama menegaskan pendirian sekolah ini hanya untuk pendidikan pengembangan bahasa. Tidak ada kegiatan-kegiatan lain yang masuk dalam program belajar di sekolah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Osama, program pendidikan bahasa merupakan salah satu bagian dari kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia dan Arab Saudi. Kerja sama kedua negara tersebut, kata Osama, telah berlangsung lama dan akan terus ditingkatkan.
"Kerja sama dalam bidang keilmuan serta mengembangkan pendidikan bahasa Arab di lembaga-lembaga pendidikan Indonesia secara umum," katanya.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menyatakan bahwa bantuan dari Arab Saudi memang banyak yang menyasar sektor pendidikan. Lukman kemudian mengatakan pemerintah akan membicarakan kemungkinan pemberian bantuan dialihkan ke sektor ekonomi produktif.
"Jadi ini yang akan kita kembangkan ke depan agar wakaf bukan hanya untuk masjid, untuk sekolah, tapi juga usaha-usaha produktif sehingga nilai harta yang diwakafkan itu bisa lebih dirasakan oleh masyarakat luas," kata Lukman di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (27/2). (fdn/bpn)











































