Eks Napi Terorisme: Aksi Bom Panci di Bandung Polanya Tak Jelas

Eks Napi Terorisme: Aksi Bom Panci di Bandung Polanya Tak Jelas

Mukhlis Dinilah - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 15:02 WIB
Eks Napi Terorisme: Aksi Bom Panci di Bandung Polanya Tak Jelas
Foto: Istimewa
Purwakarta - Mantan terpidana kasus terorisme Agus Marshal mengaku pernah membina pelaku bom panci di Bandung. Namun, ia sendiri bingung dengan pola aksi yang dilakukan mantan anak buahnya tersebut.

"Awalnya saya enggak tau kalau itu Yayat (Cahdiyat), liat di media (televis). Hanya sebatas tau kejadian di Bandung," kata Agus saat bertemu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di rumah dinasnya, Selasa (28/2/2017).

Namun, setelah melihat isi beritanya, ternyata benar kalau itu Yayat rekanannya saat pelatihan militer di Janto, Aceh Besar pada 2010 silam. Saat diperhatikan secara seksama, pola dan teknik aksi terornya tidak jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan pola, alat, lokasi, teknisnya seperti itu, buat saya bingung. Di situ saya bingung maksud aksinya apa, jadi saya matiin televisi," ungkap dia.

"Kalau merakit dari internet juga banyak. Kalau di Aceh itu pelatihan militer saja. Tapi aneh sih cara aksi terornya," menambahkan.

Agus menjelaskan memang tidak terjun langsung dalam pelatihan militer di Aceh tersebut. Namun, ia berperan dalam merekrut dan memasok amunisi aktif untuk dipergunakan pelatihan militer di Aceh.

"Saya enggak sempat ikut ke Aceh. Tapi kalau Yayat memang gabung di kelompok saya. Saat pengajian 2008 di Cikampek, sampai mengikuti pelatihan di Aceh 2010," jelas Agus.

Seperti diketahui, Agus Marshal divonis 4 tahun penjara dan bebas pada 2016 lalu karena terlibat dalam perampokan tehadap pemilik mobil Avanza di depan SPBU Kali Asin - Cikampek, tahun 2010 silam.

Kelompok ini diketahui sebagai kelompok Cikampek, pemimpinnya Eman Suherman dan Joko Purwanto merupakan kelompok Ring Banten dan dipidana karena terkait kasus pelatihan di Junto, Aceh Besar. (err/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads