Habib Rizieq Sebut Pilihan Berdasar Agama Tak Langgar Konstitusi

Sidang Ahok

Habib Rizieq Sebut Pilihan Berdasar Agama Tak Langgar Konstitusi

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 13:55 WIB
Habib Rizieq Sebut Pilihan Berdasar Agama Tak Langgar Konstitusi
Foto: Hasan Al Habshy/detikcom
Jakarta - Habib Rizieq Syihab dalam persidangan menanggapi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut memilih pemimpin berdasarkan agama melanggar konstitusi. Rizieq menyebut pernyataan Ahok sebagai penghinaan.

"Baru-baru ini terdakwa pun juga mengatakan bahwa memilih pemimpin berdasarkan agama langgar konstitusi. Ini juga penghinaan kepada ulama dan kepada umat Islam, karena para ulama dan umat Islam memilih dalam pilkada banyak berdasarkan agama," ujar Rizieq dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (28/2/2017).

Menurut Rizieq, setiap warga negara memiliki hak untuk memilih pemimpin yang seagama. Pemilihan karena dasar agama dipastikan Rizieq tidak melanggar konstitusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak boleh kita melarang umat Kristiani memilih pemimpin Kristiani, itu hak mereka. Masyarakat yang Buddha ingin memilih pemimpin yang Buddha, itu hak mereka. Itu dijamin oleh konstitusi, dijamin oleh batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945 baik Pasal 28 maupun Pasal 29 ayat 1. Setiap warga negara berhak untuk menjalankan ibadahnya sesuai keyakinannya masing-masing. Kami umat muslim punya keyakinan memilih pemimpin nonmuslim itu haram, itu keyakinan dan itu tidak melanggar konstitusi," terang dia.

Rizieq juga menegaskan toleransi antarumat beragama harus tetap dijaga. Menurutnya, siapa pun tidak boleh melakukan penodaan agama.

"Dalam Alquran, banyak sekali ayat-ayat yang mengajarkan kita menghormati ajaran agama lain. Kehadiran saya di sini tidak membawa dendam pribadi kepada siapa pun tidak membawa dendam kepada siapa pun. Saya hanya ingin membawa yang haq dari ajaran agama Islam," katanya.

Dalam persidangan, Rizieq menyebut Ahok menodai agama karena telah menyebut dan memberikan interpretasi terhadap Surat Al-Maidah ayat 51. Padahal tidak boleh sembarang orang bicara soal ayat suci Alquran.

"Mana kala yang bukan Islam ini berani berbicara tentang Alquran pasti akan terperosok, pasti akan terpeleset. Karena itu, orang-orang nonmuslim jangan bicara tentang Alquran karena itu bukan domainnya. Jadi sekali lagi saya menyatakan toleransi antarumat beragam harus kita tegakkan, antarumat beragama tidak boleh menghina umat agama lain," tegas Rizieq.



(fdn/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini