"Jadi teman-teman dari Satgas antipolitik uang mereka kemarin sudah bekerja dan tadi mereka melaporkan berbagai yang bisa dibilang kelucuan kalau saya sebut. Kelucuan di dalam pelaksanaan Pilkada kemarin," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan Selasa (28/2/2017).
Anies mengajak warga dan relawannya untuk merapatkan barisan dalam menghadapi Pilgub DKI putaran kedua. Hal ini agar Pilgub DKI berjalan tertib, adil, dan jujur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies terima satgas antipolitik uang dan Pengurus Guru Madrasah Diniyah / Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Jika Pilkada berjalan jujur dan adil akan memberi hasil yang memuaskan bagi warga Jakarta. Pilgub DKI yang berkualitas akan menghasilkan pemimpin DKI yang berkualitas.
"Dan hari-hari sebelumnya, dorong kejujuran, dorong keadilan, hasilnya Insyaallah memuaskan warga. Kalau ada praktik-paraktik yang seperti tadi kita dengar, itu akan mengganggu dan itu akan mencederai praktik demokrasi di Indonesia," jelas Anies.
Selain Satgas Anti Politik Uang, Anies juga menemui Pengurus Guru Madrasah Diniyah. "Mereka menyampaikan support dan Insyaallah nanti kita akan berkerja bersama-sama. Dan ada banyak laporan di lapangan tentang pemutar balikkan kabar bahwa jika gubernurnya ganti maka KJPnya berhenti," sebut Anies.
"Jadi saya perlu sampaikan bahwa program kita adalah KJP Plus, justru KJPnya bukan hanya diteruskan tapi ditingkatkan," sambungnya. (nvl/imk)












































Anies terima satgas antipolitik uang dan Pengurus Guru Madrasah Diniyah / Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom