Sempat Terendam, Banjir di Cawang dan Pejaten Timur Sudah Surut

Sempat Terendam, Banjir di Cawang dan Pejaten Timur Sudah Surut

Rivki - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 09:43 WIB
Sempat Terendam, Banjir di Cawang dan Pejaten Timur Sudah Surut
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - BNPB menyebut sebanyak 1.178 rumah di bantaran Sungai Ciliwung di Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Minggu sempat terendam banjir tadi malam. Namun banjir yang merendam sejak pukul 19.00 WIB kemarin malam sudah surut pada pukul 06.00 WIB pagi ini.

"Genangan akibat luapan Kali Ciliwung di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, dan Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, saat ini dalam kondisi surut," tulis akun Twitter @BPBDJakarta, Selasa (28/2/2017).

Sedangkan Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir terjadi sejak kemarin malam akibat naiknya debit air Sungai Ciliwung. Tinggi genangan air di dua kecamatan tersebut 30-70 cm.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Naiknya debit Sungai Ciliwung di pintu air Depok hingga level siaga 3 pada Senin sore telah menyebabkan permukiman di bantaran sungai tergenang banjir akibat luapan sungai di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur," ucap Sutopo dalam konfirmasi terpisah.

Sutopo menjelaskan banjir tersebut tidak menimbulkan korban karena warga di bantaran Sungai Ciliwung sudah memiliki antisipasi yang baik dalam penanganan banjir. Dia mengatakan masyarakat juga sudah menempatkan barang berharganya di lantai dua atau di tempat yang tinggi sehingga tidak terkena dampak banjir.

"Masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung sudah memiliki daya antisipasi menghadapi banjir. Banjir bukan sesuatu hal yang baru karena setiap tahun mereka mengalami banjir sehingga mereka memiliki mekanisme untuk mengantisipasi banjir. Saat terjadi kenaikan debit Sungai Ciliwing atau status siaga naik, maka sistem peringatan dini disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai moda, seperti SMS, WhatsApp, kentongan, sirene, atau pemberitahuan melalui masjid," ujar Sutopo. (rvk/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads