"Jadi ini yang akan kita kembangkan ke depan agar wakaf bukan hanya untuk masjid, untuk sekolah, tapi juga usaha-usaha produktif sehingga nilai harta yang diwakafkan itu bisa lebih dirasakan oleh masyarakat luas," kata Lukman di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).
Lukman menyebut peluang pembicaraan tentang hal ini cukup besar. Terlebih ketika pengusaha-pengusaha Arab Saudi sejak dahulu sering berwakaf ke Indonesia.
"Banyak pengusaha di sana yang juga memberikan wakafnya ke Indonesia dalam bentuk pesantren, madrasah, sekolah-sekolah," imbuh Lukman.
Kini bentuk wakaf itu akan dibicarakan oleh pemerintah agar lebih menyasar pada sektor produksi. Sehingga bisa lebih menyejahterakan masyarakat. (bag/nkn)











































