Cegah Tawuran Antarpelajar, Djarot: Kepala Sekolah Harus Akrab

Cegah Tawuran Antarpelajar, Djarot: Kepala Sekolah Harus Akrab

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 27 Feb 2017 20:09 WIB
Cegah Tawuran Antarpelajar, Djarot: Kepala Sekolah Harus Akrab
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bicara soal tawuran antarpelajar yang kerap terjadi di Ibu Kota. Salah satu yang terbaru di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Untuk mencegah terulangnya tawuran, Djarot ingin kepala-kepala sekolah di Jakarta akrab.

"Kepala sekolah harus akrab. Kalau ada apa-apa, kita enak omongnya," ucap Djarot di Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Senin (27/2/2017).

Selain kepala sekolah yang harus akrab, Djarot menyebut peleburan aktivitas antarsekolah juga dapat membantu mengurangi tawuran di Jakarta. Djarot memberi contoh SMA 70 Jakarta dan SMA 6 Jakarta yang dulu sering terlibat tawuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang cukup sering itu SMA 70 sama SMA 6. Sekarang sudah nggak karena kita buka pagarnya. Kita hadirkan pertandingan persahabatan, pentas seni, supaya menyatu," ungkap Djarot.

Terkait tawuran yang melibatkan siswa antarsekolah, Djarot tak bisa memvonis sekolah itu. Sebab, sekolah bisa memberikan seribu alasan pembelaan diri.

"Kalau itu sekolahnya bisa berkelit. Itu terjadi di luar sekolah dan jam pelajaran, kata sekolahnya. Tidak bisa divonis langsung sekolahnya," jelas Djarot.

Meski demikian, Djarot akan tetap mengevaluasi sekolah-sekolah yang siswanya terlibat perkelahian massal. Siswa yang terlibat tawuran, jika diketahui mendapat KJP, akan dihilangkan hak KJP-nya.

"Sekolah akan kita evaluasi juga. Kami dorong guru BP mengontrol. Siswa tawuran yang dapat KJP itu dicabut," tutur Djarot.

Tawuran pelajar antara SMK Adiluhur dan SMK Bina Kandung pecah di jalan layang (flyover) Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (14/2). Satu orang pelajar tewas dalam insiden memalukan itu. Empat pelajar pun telah ditangkap terkait dugaan keterlibatan tawuran

"Sudah ditangkap empat orang kemarin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (27/2). (gbr/idh)


Berita Terkait