"Harus dilihat konteksnya seperti apa, dalam hal tertentu kita demokrasi kebebasan berekspresi, berbicara, sering kali tidak terkontrol. Itu yang dimaksud Bapak Presiden," kata Lukman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut praktik demokrasi politik saat ini sudah membuka peluang terjadinya artikulasi politik yang tak biasa. Seperti liberalisme, radikalisme, fundamentalisme, sektarianisme, dan lainnya yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menjelaskan jalan keluar dari demokrasi kebablasan itu adalah penegakan hukum yang tegas. Jokowi meminta penegak hukum tidak ragu dalam mengusut suatu kasus.
"Kuncinya... kuncinya dalam demokrasi yang sudah kebablasan adalah penegakan hukum," ujar Jokowi. (dkp/erd)











































