"Oh sudah sudah 10 negara lebih karena mereka juga mengalami hal yang sama bukan cuma Indonesia saja," ungkap Luhut kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin,( 27/2/2017).
Menurutnya Indonesia paling banyak mempunyai dampak akibat sampah plastik tersebut. Ini terjadi karena Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut melanjutkan bentuk kerja sama pengelolaan sampah plastik dengan negara lain adalah dalam bentuk teknologi. Namun tidak hanya itu, ia juga menjelaskan perilaku budaya di negeri sendiri yang harus dibenahi.
"Ya teknologi dia tapi itu kan teknologi second opininion ya atau penelitian. Yang paling utama itu budaya kita sendiri," ujarnya.
Dirinya juga mengajak para pengusaha untuk mengolah sampah menjadi hal yang bermanfaat. Ia juga mengajak perusahaan kecil untuk berpartisipasi karena dampak ekonominya lebih besar.
"Seperti yang tadi saya bilang sampah ini bisa jadi energi listrik bisa juga jadi bungkusan bisa bikin jalan," imbuhnya.
"Ya kita ajak sekarang mereka seperti yang dibilang oleh Bapak Wapres juga untuk pemerataan ekonomi. Jadi jangan perusahaan besar saja, buat perusahaan kecil lokal juga karena ini dampak ekonominya lebih besar," tutupnya.
(lkw/rvk)











































