"Terkait penerbangan reguler, kami usahakan tidak terganggu," kata General Manager AP I Yanus Suprayogi di Pangkalan TNI AU Ngurah Rai, Jl Raya Airport, Badung, Bali, Senin (27/2/2017).
Yanus menjelaskan, Bandara Ngurah Rai melayani 25 pergerakan pesawat per jam saat ini. Kedatangan rombongan Raja Salman diperkirakan akan menyebabkan delay setidaknya 45 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, jadwal kedatangan dan keberangkatan rombongan kerajaan akan diatur oleh Airnav. Hingga saat ini, masih belum diketahui jadwal tersebut. "Kalau ada rombongan Raja Arab, mungkin slot-nya akan diatur kembali oleh Airnav," ucap Yanus.
Yanus menambahkan, maskapai Sriwijaya Air telah menyatakan siap untuk tidak memarkir pesawatnya di Ngurah Rai. AP I mengapresiasi kesiapan maskapai Sriwijaya Air dengan harapan ditiru perusahaan lainnya.
"Saya mendapat laporan dari Sriwijaya siap kalau dialihkan di Surabaya dan Ujung Pandang," imbuh Yanus.
"Ini salah satu contoh airline yang sudah siap. Mungkin yang lain akan berbuat sama. Saya di Angkasa Pura menunggu dari Airnav dan Lanud Ngurah Rai, kita siapkan semua," jelasnya.
Ada 3 pilihan parkir pesawat untuk maskapai yang siap membantu kelancaran liburan Raja Salman di Bali. Tiga pilihan itu adalah Bandara Surabaya, Lombok dan Ujung Pandang.
"Untuk pesawat keluarga kerajaan sudah disiapkan 6 parking stand di area selatan Bandara Ngurah Rai," tutup Yanus. (vid/rna)










































