"Dari aspek ekonomi kunjungan ini diikuti oleh delegasi pemerintah 10 menteri dan pangeran-pangeran yang mempunyai otoritas penting dalam kerja sama ekonomi dan investasi. Rencana investasi puluhan miliar USD kiranya akan mempererat hubungan kerja sama ekonomi kedua negara," ujar Andreas melalui pesan singkat, Senin (27/2/2017).
Sementara itu, Andreas menilai kunjungan Raja Salman dapat menentukan stabilitas di antara kedua negara. Alasannya, Arab Saudi merupakan salah satu negara yang berpengaruh di Timur Tengah.
"Dari aspek politik, kunjungan ini mempunyai nilai strategis mengingat Arab Saudi adalah middle power di Timteng, sebagaimana halnya Indonesia di Asia Tenggara. Kerja sama dan peningkatan hubungan bilateral antar-kedua negara akan menjadi faktor yang menentukan stabilitas di kedua kawasan," papar politikus PDIP ini.
Andreas juga berharap hubungan bilateral dari aspek agama dan kebudayaan dengan Arab Saudi diperkuat. Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sedangkan Arab Saudi merupakan pusat peradaban muslim di dunia di mana dua kota suci terletak di negara tersebut.
"Dari aspek agama dan budaya, kerja sama yang erat antar-kedua negara akan meningkatkan kualitas kehidupan agama dan peradaban muslim di dunia, mengingat Arab Saudi sebagai pusat peradaban muslim dunia, dan Indonesia sebagai negara demokrasi Pancasila dengan populasi muslim terbesar di dunia," ujar Andreas.
"Membangun kerja sama di bidang agama dan kebudayaan diharapkan tentu akan menghasilkan pemahaman yang sama antar-kedua negara yang tentunya akan menjadi barometer bagi perdamaian dunia, khususnya masyarakat muslim dunia," sambung Andreas. (dkp/erd)











































