Megawati Siap Damaikan Semenanjung Korea
Minggu, 17 Apr 2005 04:04 WIB
Jakarta - Pemasalahan Semenanjung Korea sudah mengakar sejak Korea Selatan dan Korea Utara terpisah akibat perang tahun 1950-1953 lalu. Berbagai cara sudah dilakukan untuk menyatukan kembali dua Korea, salah satunya melalui bantuan mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputeri.Kesiapan Mega untuk menyatukan Semenajung Korea disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea, Kim Jung Nam di Pyongyang, Jumat (15/4/2005) lalu.Berdasar siaran pers yang diterima detikcom dari staff bidang media Megawati Sabtu (16/4/2005) malam, Ketua Umum PDIP itu diharapkan terus melakukan langkah proaktif untuk membuka kembali hubungan antara Korsel dan Korut yang sempat terputus.Meski Mega tidak menjabat lagi sebagai kepala negara RI, Kim Jung Nam yakin sisi historis Soekarno dapat melunakkan kedua Korea. Korea Utara maupun Indonesia juga memiliki pengalaman panjang dalam melawan kolonialisme.Sebelumnya, Mega telah melakukan kunjungan ke Seoul, Korsel tanggal 28 Februari sampai 6 Maret 2005 lalu. Presiden Roh Moo Hyun, Mantan Presiden Kim Dae Jung dan beberapa pejabat lain yang menyambut Mega, juga berharap Mega bisa membuka kembali pintu kebekuan Korut.
(fab/)











































