Gus Dur: Pencopotan Alwi dan Ipul Bikin PKB Anteng
Minggu, 17 Apr 2005 00:19 WIB
Semarang - Gus Dur menegaskan, penonaktifan Alwi Shihab dan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dari kepengurusan DPP PKB karena tidak boleh adanya rangkap jabatan. Pencopotan kedua orang yang saat ini menjabat menteri itu, justru telah membuat PKB menjadi tenang.Hal itu disampaikan Gus Dur dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Syuro PKB, dalam Sidang Pleno kedua Muktamar II PKB, di Ruang Poncowati, Hotel Patra Jasa, Jl. Sisingamangaraja, Semarang, Sabtu (16/4/2005)."Lah wong kenyataannya begitu. Dengan keluarnya Syaifullah dan Alwi dan orang-orang yang hanya memperjuangkan kepentingan pragmatis, PKB justru menjadi lebih aman, seaman-amannya. Anteng," kata Gus Dur.Sidang LPJ Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz PKB periode 2002-2005 berlangsung pukul 21.10 WIB sampai 23.30 WIB. Sebelumnya dalam sidang tatib Muktamar yang sempat ricuh, diputuskan pembahasan pasal-pasal bermasalah didrop dan akan dilanjutkan besok dalam sidang komisi.Menurut Gus Dur, keputusan pencopotan Alwi dan Gus Ipul agar tidak terjadi conflict of interest."Bukan kita ada rasa apa-apa. Maksud ini semua agar jangan ada tabrakan antara jabatan anda sebagai menteri dan keanggotaan anda dalam kepengurusan PKB," sindirnya, yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta sidang.Calon Ketua Umum PKBDalam kesempatan itu, Gus Dur juga mengingatkan peserta sidang bahwa menurut Anggaran Dasar NU, pengurus NU ataupun badan otonom NU tidak boleh merangkap pengurus parpol. Gus Dur menyindir Ipul yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum GP Anshor."Silahkan mencoblos sendiri-sendiri, jangan terpengaruh. Emang ini kongres NU. Lah wong biaya Muktamar aja keteteran, nyari dana jungkir balik, yah gak bisa nyangoni (kasih uang) cabang (DPC)," ujarnya.Gus Dur juga menyesalkan sikap Kyai Langitan yang mencalonkan KH Ma'ruf Amin sebagai calon Ketua Umum Dewan Syuro. Karena pada saat ini KH Maruf Amin tercatat sebagai Mustasyar (penasihat) PBNU."Kalau yang membaiat (menyumpah) itu keliru lalu bagaimana. (Ma'ruf) Harus keluar dulu dari PBNU baru mencalonkan, jangan dibalik," kata Gus Dur.
(fab/)











































