Di Sigli, Pengungsi Jual Beras Bantuan

Di Sigli, Pengungsi Jual Beras Bantuan

- detikNews
Sabtu, 16 Apr 2005 22:21 WIB
Banda Aceh - Beras bantuan Jepang yang semula diberikan kepada para pengungsi di Kabupaten Sigli, justru dijual ke sejumlah pasar oleh pengungsi itu sendiri. Di Banda Aceh, ada kelompok pengungsi yang mendapat bantuan beras yang sudah busuk.Puluhan karung beras ukuran 30 kilogram bantuan Jepang kini dapat dengan mudah di temui di sejumlah pasar di Kota Sigli, seperti di pasar Kecamatan Grong-grong. Satu karung beras dijual sekitar Rp 70 Ribu.Koordinator Kelompok Kerja Aceh Damai Tanpa Korupsi (ADTK) Akhiruddin Mahyuddin pada wartawan, Sabtu (16/4/2005), mengatakan, beras-beras ini dijual oleh para pengungsi ke sejumlah toko kelontong di Kota Sigli dan sekitarnya.Alasan para pengungsi, jumlah bantuan beras menumpuk karena banyak sekali penyaluran beras sehingga terjadi tumpang tindih. Sementara pengungsi yang jumlahnya semakin membengkak, lebih memerlukan uang tunai.ADTK meminta, penyaluran bantuan ke pengungsi harus ditata ulang kembali, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Mereka juga meminta agar polisi segera menindak pedagang dan penjual beras bantuan tersebut.Kejadian buruk mengenai bantuan beras juga terjadi pada para pengungsi di Banda Aceh. Hamzah yang mengungsi di rumah keluarganya di kawasan Kampung Ateuk, mengaku mendapat bantuan beras yang sudah busuk.Hamzah yang tercatat sebagai pengungsi dan mendapat jatah bantuan dari panitia penanggulangan pengungsi setempat, mengaku tidak tahu dari mana asal beras busuk itu."Bulan lalu, kami juga dapat bantuan 30 kilogram beras dengan kondisi yang sama. Eh, bulan ini kami dapat berasnya busuk lagi," ujarnya. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads