"Kami harus memberikan apresiasi kepasa Agus-Sylvi yang meskipun hasil resmi dari KPU DKI belum diumumkan, tetapi dengan penuh kesatria menyampaikan penerimaan secara logowo," ujarnya pada rapat pleno terbuka perhitungan hasil suara tingkat provinsi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2017).
Apresiasi yang diberikan oleh Sumarno ini dia sampaikan pada sambutannya dalam rapat pleno terbuka hasil perhitungan suara Pilgub DKI Jakarta. Sumarno menyebut Agus-Sylvi bukan hanya menyampaikan penerimaannya terhadap kekalahan, tapi juga menyampaikan selamat kepada dua pasangan lainnya yang akan lanjut ke putaran kedua pada 19 April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumarno menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Agus-Sylvi mengulang kejadian Pilkada pada 2007 lalu. Dia menyebut bahwa pada 2007 lalu juga ada pasangan calon yang sudah menyampaikan pidato kekalahan meskipun hasil resmi KPU DKI belum ditetapkan.
"Hal yang sama juga terjadi di Pilkada 2012, proses rekapitulasi masih berjalan tapi sudah menunjukkan keunggulan pak Joko Widodo dan pak Basuki, kemudian pak Fauzi Bowo menggelar konferensi pers dan menyatakan menerima hasil Pilkada dan mengajak para pendukungnya untuk mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih," tuturnya.
Oleh karena itu, Sumarno menegaskan bahwa bahwa apa yang terjadi diputaran pertama bisa menjadi teladan dan referensi pada putaran kedua mendatang.
"Saya selalu menggunakan kata seandainya, karena hasil rekapitulasi tingkat provinsi belum selesai, jadi seandainya ada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta maka apa yang terjadi diputaran pertama kemarin bisa menjadi teladan dan referensi kita untuk penyelenggaraan Pilgub putaran kedua," tutupnya. (fjp/fjp)











































