Pembunuhan Sadis Engeline, Agus Tay Tetap Dibui 10 Tahun

ADVERTISEMENT

Pembunuhan Sadis Engeline, Agus Tay Tetap Dibui 10 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Sabtu, 25 Feb 2017 17:30 WIB
Agus Tay (Putri/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi Agus Tay alias Agus Tae alias Agustay Handa May dan jaksa penuntut umum. Alhasil, Agus Tay tetap dihukum 10 tahun penjara dalam kasus pembunuhan sadis Engeline.

Pembunuhan biadab itu terjadi di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, pada 16 Mei 2015. Penganiayaan dilakukan Margriet seorang diri terhadap Engeline di rumahnya. Engeline, yang menerima penganiayaan di luar batas kemanusiaan itu, hanya bisa merintih kesakitan.

"Sudah Mama, sakit Mama. Cukup Mama...," teriak Engeline dengan suara yang semakin lama semakin melemah sebagaimana ditulis dalam pertimbangan kasasi MA yang dikutip detikcom, Sabtu (25/2/2017).

Rintihan itu terdengar pembantu Margriet, Agus Tay, yang baru saja datang. Saat membuka pintu, Agus Tay melihat Engeline sedang dijambak dan kepalanya dibenturkan ke lantai.

"Bu, alasan apa Ibu memukul Engeline sampai seperti ini," teriak Agus Tay.

Namun jawaban Margriet di luar dugaan. Margriet meminta Agus Tay tutup mulut dan dijanjikan uang Rp 200 juta.

"Terdakwa memerintahkan Agus Tay menyetubuhi korban, namun Agus Tay menolaknya," tutur majelis hakim.

Margriet meminta Agus Tay menyundutkan api rokok ke punggung Engeline tetapi ditolak. Alhasil, Margriet sendiri yang melakukannya guna memastikan bocah 7 tahun itu telah meninggal dunia.

Margriet selanjutnya menyuruh Agus Tay membungkus jasad korban dengan kain seprai. Setelah itu menyuruh Agus Tay memperdalam lubang dekat kandang ayam untuk menguburkan mayat korban dan menimbun kuburan dengan tanah, lalu disuruh menaruh dan menabur sisa potongan bambu, keranjang, dan sisa makanan ayam di atas tanah kuburan.

Beberapa hari setelah pembunuhan sadis itu, masyarakat mencari Engeline. Perlahan, kematian itu pun terbongkar. Margriet dan Agus Tay dihadapkan ke meja hijau dengan dakwaan terpisah.

Pada 29 Februari 2016, Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Agus Tay atau 2 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa. Atas vonis itu, terdakwa dan jaksa sama-sama banding. Tapi hukuman itu tidak berubah.

Baik jaksa maupun Agus Tay sama-sama keberatan dan mengajukan kasasi. Apa kata MA?

"Menolak kasasi JPU dan terdakwa," kata majelis kasasi yang diketuai hakim agung Andi Samsan Nganro.

Putusan dengan nomor perkara 1823 K/PID.SUS/2016 itu juga diadili oleh hakim agung Eddy Army dan hakim agung Margono selaku anggota majelis. Di kasus ini, Margriet tetap dihukum penjara seumur hidup. (asp/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT