Siap Jadi Saksi Ahli Habib Rizieq, Yusril: Pemikiran Beliau Lurus

Hary Lukita Wardani - detikNews
Sabtu, 25 Feb 2017 02:00 WIB
Foto: Hary Lukita Wardani/detikcom
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra mengaku siap menjadi saksi ahli dari Habib Rizieq Syihab terkait kasus dugaan penodaan Pancasila. Yusril mengatakan mempunyai pengetahuan yang cukup kuat terkait sejarah ketatanegaraan dan Pancasila.

"Dulu saya kuliah mengajar mata kuliah sejarah ketatanegaraan, pahamlah masalah ini. Maka dari itu, saya bisa menjernihkan persoalan terkait masalah kebebasan mimbar akademik," kata Yusril pada acara Sahabat Dahlan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2017) malam.

Baca Juga: Yusril Siap Beri Keterangan Meringankan di Kasus Habib Rizieq

Yusril mengatakan bersedia memberikan keterangan persoalan yang menyangkut Habib Rizieq. Menurut dia, seharusnya ini tidak bisa dipidanakan. Ia menilai keterangannya dapat menjadi acuan bagi polisi untuk mengusut kasus tersebut.

"Habib itu menulis tesis master di Universitas Kebangsaan Malaysia, dia menulis tentang Pancasila. Jadi dia punya pendapat kesimpulan di situ. Itu nggak bisa dipidanakan ya. Kalau orang nulis tesis keberatan, ya tulis tesis juga untuk membantah dalilnya itu, bukan terus mau dipidanakan. Apalagi kalau dia menulis tesis di Malaysia kemudian ditulis dalam bahasa Melayu dipertahankan di Malaysia, locus delicti-nya ada di mana, ini masalah juga. Jadi saya akan berikan keterangan yang mudah-mudahan, kalau sudah memberikan, ini kan atas laporan si Sukma (Sukmawati Soekarnoputri). Jadi saya pikir kalau saya sudah memberikan keterangan, mudah-mudahan menjadi bahan bagi polisi untuk gelar perkara kasus ini," katanya.

Yusril juga mengatakan sering berkomunikasi dengan Habib Rizieq. Ia menilai Habib Rizieq adalah sosok yang tidak mempunyai pemikiran menyimpang mengenai Pancasila.

"Kalau memang tidak cukup bukti, kan kasusnya bisa dihentikan. Menurut saya, si Habib Rizieq tuh nggak punya (pemikiran menyimpang), saya sering ngomong dengan beliau. Itu menurut saya sih lurus-lurus saja pikirannya," katanya. (fdu/bag)