Satu Warga Tewas, Pleno Penghitungan Suara di Intan Jaya Ditunda

Wilpret Siagian - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 23:37 WIB
Kericuhan saat rapat pleno KPU Intan Jaya (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura - Penghitungan suara Pilkada Intan Jaya, Papua, akhirnya ditunda setelah terjadi kericuhan antarmassa pendukung pasangan calon saat rapat pleno KPU setempat. Akibat kericuhan yang terjadi kemarin itu, seorang warga meninggal dunia.

"Penundaan rapat pleno perhitungan suara pilkada itu dilakukan mengingat situasi keamanan yang tidak kondusif," ujar Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat konferensi pers di aula Cenderawasih Mapolda Papua, Kota, Jumat (24/2/2017).
Satu Warga Tewas, Pleno Penghitungan Suara di Intan Jaya DitundaKericuhan saat rapat pleno KPU Intan Jaya (Wilpret Siagian/detikcom)

Waterpauw mengatakan penyebab memanasnya situasi keamanan di Intan Jaya adalah massa dari para kandidat saling serang, yang dipicu oleh ketidakpuasan atas kinerja KPUD setempat.

"Kamis (23/2) kemarin sempat terjadi ketegangan di antara simpatisan sejumlah kandidat di kantor KPUD Intan Jaya, namun bisa diatasi. Namun tadi pagi terjadi lagi aksi saling serang antarmassa yang menyebabkan satu warga meninggal," katanya.

Dijelaskan, bentrokan warga itu memakan satu korban jiwa dan melukai beberapa orang. Selain itu, satu unit rumah warga terbakar dan tiga unit rumah lainnya rusak parah akibat bentrokan tersebut.

Pihak kepolisian sudah mengidentifikasi salah satu pelaku yang diduga melakukan provokasi terhadap massa untuk menyerang kantor KPUD pada Jumat pagi tadi. "Aksi serang ini diprovokasi oleh satu orang berinisial MT. Ia yang diduga menyuruh massa untuk melakukan penyerangan kantor KPUD Intan Jaya," tuturnya.

Saat ini, kata Waterpauw, situasi di Intan jaya mulai berangsur kondusif. Namun pihaknya akan menambah pasukan Brimob sebanyak 81 personel.

"Saat ini situasi di Sugapa, ibu kota Intan Jaya, sudah mulai kondusif karena sudah ada pengarahan pasukan sekitar 400 personel gabungan. Rencananya kami akan menambah pasukan dari Nabire dan Timika," tambahnya. (bag/bpn)