Lewat Buku, Sahabat Kenang Mendiang Asep Rahmat Fajar

Lewat Buku, Sahabat Kenang Mendiang Asep Rahmat Fajar

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 23:22 WIB
Lewat Buku, Sahabat Kenang Mendiang Asep Rahmat Fajar
Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom
Jakarta - Asep Rahmat Fajar, reformis hukum yang menginginkan peradilan bersih di Indonesia, telah berpulang ke surga-Nya, meninggalkan kesan dan cerita bagi para sahabatnya. Untuk melanjutkan cerita itu, para sahabat serta kolega meluncurkan buku berisi kesan dan kenangan saat bersama Asep.

Peluncuran buku itu berlangsung di kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2017). Salah satu sahabat Asep, Wiwiek Awiati, bercerita soal pembuatan buku ini.

"Ini kumpulan kesan dan kisah yang masih diingat sahabat dan kolega sepeninggal Asep. Ternyata banyak sekali kawannya semasa hidup, seperti multidimensional, semua orang terhubung dengan Asep, hingga jadilah buku ini," ungkap Wiwiek.
Lewat Buku, Sahabat Kenang Mendiang Asep Rahmat FajarFoto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom

Buku tersebut disusun berdasarkan ungkapan pengalaman para sahabat saat bersama Asep. Tak kurang ada ratusan kesan dari teman-temannya tertuang dalam buku tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu sahabat semasa hidupnya, Asep Iwan, bercerita bahwa hanya ada tiga orang bernama 'Asep' yang bisa dikenang.

"Pertama Asep wayang golek, kedua Asep Rahmat Fajar, dan terakhir Asep Iwan. Tapi Asep Fajar yang bisa menghubungkan semua orang dari dimensi dan kalangan yang berbeda," gurau Asep Iwan saat memberikan obituari.

Asep meninggal pada usia 38 tahun dan meninggalkan seorang istri serta 2 anak yang masih sekolah. Asep dikenal sebagai pendiri MaPPI, yaitu sebuah lembaga di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam bidang pemantauan peradilan yang bersifat independen. Setelah menyelesaikan masa pendidikannya di UI, Asep melanjutkan studi untuk gelar master ke Spanyol.

Saat kembali ke Indonesia pada 2010, ia ditunjuk sebagai juru bicara KY hingga 2014. Lalu dia menempuh pendidikan doktoral jurusan hukum di Belanda dan sejak tahun lalu diminta Kepala Staf Presiden Teten Masduki membantu sebagai staf ahli presiden. (adf/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads