Jokowi Bertolak ke Australia untuk Kunjungan Kenegaraan

Jokowi Bertolak ke Australia untuk Kunjungan Kenegaraan

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 22:58 WIB
Jokowi Bertolak ke Australia untuk Kunjungan Kenegaraan
Foto: dok. Laily Rachev/Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo bertolak ke Sydney, Australia, dalam rangka kunjungan kenegaraan. Kunjungan kali ini ditujukan untuk mewujudkan hubungan Indonesia-Australia yang saling menguntungkan dan menghormati.

Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam keterangan tertulisnya mengatakan Presiden Jokowi bertolak ke Sydney dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (24/2/2017) pukul 22.00 Wita menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Jokowi diperkirakan mendarat di Bandar Udara Kingsford-Smith Sydney Airport pada Sabtu (25/2) pagi.

"Peningkatan hubungan sebagai negara bertetangga menjadi agenda utama Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kenegaraannya ke Australia, pada tanggal 25-26 Februari 2017. Presiden dijadwalkan akan berkunjung ke Sydney, Australia, selama dua hari untuk bertemu dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull," kata Bey.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bey mengatakan, begitu tiba di Sydney, sore harinya Presiden Jokowi direncanakan menghadiri pertemuan bisnis dengan para pengusaha Australia dan akan menghadiri jamuan makan malam oleh PM Turnbull di kediaman pribadinya.

"Di hari kedua, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Turnbull, dan kemudian dilanjutkan melakukan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Australia Lady Cosgrove sebelum kembali ke Tanah Air sore harinya," kata Bey.

Kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut dari rencana kunjungan yang sebelumnya mengalami penundaan pada akhir tahun 2016. Di Sydney, Presiden Jokowi direncanakan akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Turnbull untuk membicarakan beberapa hal yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan negara bertetangga yang saling menguntungkan dan menghormati.

"Dari segi ekonomi, Presiden Jokowi dan PM Turnbull akan menyinggung pentingnya IACEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) diselesaikan tahun ini," kata Bey.

Beberapa potensi kerja sama bidang lain juga dibahas oleh Jokowi dan Turnbull, di antaranya investasi, pariwisata, dan pendidikan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Thomas Lembong.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berada di Sydney, Australia, sejak Jumat, 24 Februari 2017, untuk memimpin persiapan akhir kunjungan kenegaraan Presiden ke Australia ini. (rjo/bag)


Berita Terkait