"KPAI mengundang manajemen penerbit Tiga Serangkai Group, penulis buku, editor, dan distributor buku berjudul 'Aku Belajar Mengendalikan Diri'. Dalam pertemuan tersebut, pihak penerbit, penulis, dan editor mengakui buku tersebut, meskipun niatnya baik, terdapat kelemahan, sehingga mengundang reaksi dari publik, termasuk KPAI. Dalam kesempatan tersebut, penerbit dan penulis meminta maaf dan meminta saran dari KPAI untuk perbaikan mutu penerbitan buku ke depan," ujar Wakil Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (24/2/2017).
KPAI mengimbau kepada para penerbit dan penulis untuk mengkaji kelayakan buku dengan lebih cermat. Penerbit diminta menyebarkan buku yang sesuai dengan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun KPAI tetap memberikan dukungan kepada penulis untuk dapat terus berkarya. Mutu dan kualitas, menurut KPAI, harus lebih dikedepankan oleh penulis dan penerbit daripada sekadar mengejar keuntungan semata.
"KPAI tetap men-support agar penulis tetap berkarya, penerbit tetap berkarya dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip perlindungan anak. Ke depan perlu perbaikan sistem perbukuan nasional agar memproduksi buku yang bermutu menjadi budaya penulis dan penerbit, bukan semata mengejar market," pungkas Susanto.
Sebelumnya, penerbit Tiga Ananda, yang merupakan anak perusahaan Tiga Serangkai, yang menerbitkan buku berjudul 'Aku Berani Tidur Sendiri', meminta maaf kepada publik.
Berikut permintaan maaf Tiga Ananda yang di-posting di akun Instagram Tiga Serangkai:
Permohonan Maaf Penerbit Tiga Ananda, Creative Imprint of Tiga Serangkai tentang Pengemasan Materi di Buku yang Berjudul Aku Belajar Mengendalikan Diri
Yth. Bp/Ibu Masyarakat Pembaca Buku Anak Terbitan Tiga Ananda, Creative Imprint of Tiga Serangkai.
Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Bp/Ibu terhadap buku terbitan kami yang berjudul Aku Berani Tidur Sendiri dan Aku Belajar Mengendalikan Diri (2 cerita dalam 1 buku). Kami mengakui ada kekhilafan dalam penerbitan buku tersebut. Untuk itu, kami atas nama Redaksi Tiga Ananda mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami, buku itu sudah kami tarik dari peredaran sejak bulan Desember 2016.
Surakarta, 21 Februari 2017
Tim Redaksi Tiga Ananda. (fdu/bag)










































