KPAI Bertemu Penerbit Buku Anak Berkonten Masturbasi

KPAI Bertemu Penerbit Buku Anak Berkonten Masturbasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 22:41 WIB
KPAI Bertemu Penerbit Buku Anak Berkonten Masturbasi
Kantor KPAI (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bertemu dengan manajemen penerbit Tiga Serangkai Group terkait buku berkonten masturbasi 'Aku Belajar Mengendalikan Diri'. KPAI mengatakan penerbit telah meminta maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki konten buku yang diterbitkan.

"KPAI mengundang manajemen penerbit Tiga Serangkai Group, penulis buku, editor, dan distributor buku berjudul 'Aku Belajar Mengendalikan Diri'. Dalam pertemuan tersebut, pihak penerbit, penulis, dan editor mengakui buku tersebut, meskipun niatnya baik, terdapat kelemahan, sehingga mengundang reaksi dari publik, termasuk KPAI. Dalam kesempatan tersebut, penerbit dan penulis meminta maaf dan meminta saran dari KPAI untuk perbaikan mutu penerbitan buku ke depan," ujar Wakil Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (24/2/2017).

KPAI mengimbau kepada para penerbit dan penulis untuk mengkaji kelayakan buku dengan lebih cermat. Penerbit diminta menyebarkan buku yang sesuai dengan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KPAI mengingatkan, sebelum buku terbit, perlu benar-benar dikaji atas kelayakan ,produk baik dilihat dari aspek konten, ketepatan pilihan kalimat, ilustrasi yang sesuai fase perkembangan sasaran buku, termasuk memperhatikan prinsip-prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Apalagi pembangunan karakter generasi merupakan hajat besar bangsa Indonesia. Selain itu, buku bukan sekadar berisi informasi dan ilmu, namun media pembentuk kepribadian generasi. Sehingga perlu dilihat dari multidisiplin, baik psikologi, nilai keagamaan, kekhasan budaya bangsa Indonesia, maupun sisi edukasi," ujar Susanto.

Namun KPAI tetap memberikan dukungan kepada penulis untuk dapat terus berkarya. Mutu dan kualitas, menurut KPAI, harus lebih dikedepankan oleh penulis dan penerbit daripada sekadar mengejar keuntungan semata.

"KPAI tetap men-support agar penulis tetap berkarya, penerbit tetap berkarya dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip perlindungan anak. Ke depan perlu perbaikan sistem perbukuan nasional agar memproduksi buku yang bermutu menjadi budaya penulis dan penerbit, bukan semata mengejar market," pungkas Susanto.

Sebelumnya, penerbit Tiga Ananda, yang merupakan anak perusahaan Tiga Serangkai, yang menerbitkan buku berjudul 'Aku Berani Tidur Sendiri', meminta maaf kepada publik.

Berikut permintaan maaf Tiga Ananda yang di-posting di akun Instagram Tiga Serangkai:

Permohonan Maaf Penerbit Tiga Ananda, Creative Imprint of Tiga Serangkai tentang Pengemasan Materi di Buku yang Berjudul Aku Belajar Mengendalikan Diri

Yth. Bp/Ibu Masyarakat Pembaca Buku Anak Terbitan Tiga Ananda, Creative Imprint of Tiga Serangkai.

Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Bp/Ibu terhadap buku terbitan kami yang berjudul Aku Berani Tidur Sendiri dan Aku Belajar Mengendalikan Diri (2 cerita dalam 1 buku). Kami mengakui ada kekhilafan dalam penerbitan buku tersebut. Untuk itu, kami atas nama Redaksi Tiga Ananda mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami, buku itu sudah kami tarik dari peredaran sejak bulan Desember 2016.

Surakarta, 21 Februari 2017
Tim Redaksi Tiga Ananda. (fdu/bag)


Berita Terkait