"(Rapat) Bamus harus dalam masa reses. Artinya, itu paling cepat 16 Maret, karena 15 Maret baru pembukaan," ujar Fahri di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2/2017).
"(Bamus) bisa saja itu atas permintaan fraksi-fraksi. Kita mengundang yang disebut sebagai rapat konsultasi pengganti Bamus. Bisa dilakukan," sambung Fahri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada paripurna berikutnya, para pengusul akan naik podium untuk membacakan usulan kenapa angket ini diperlukan. Setelah itu ditanya kepada anggota, apa permintaan usulan dari pengusul bahwa kita, DPR, akan membuat penyelidikan angket terhadap pengaktifan kembali Gubernur DKI," papar Fahri.
Bamus sendiri akan dihadiri perwakilan setiap fraksi dan pimpinan DPR. Walau fraksi memiliki pandangan yang berbeda terhadap Ahok-Gate, Fahri yakin tidak ada upaya penggembosan dari fraksi yang tak setuju karena Bamus hanya menjadwalkan.
"Sebagai jadwal karena dia sudah masuk ke dalam jadwal kenegaraan, sudah dibaca di paripurna. Seharusnya harus ada rapat Bamus, nggak boleh hilang dia. Pimpinan DPR bisa dipermasalahkan itu kalau menghilangkan," tegas Fahri.
Fahri pun sempat menyinggung ucapan politikus Partai NasDem, Johnny G Plate, yang meminta partai pengusung 'Ahok-Gate' mencabut tuntutannya. Fahri berkata lihat saja nanti bagaimana hasilnya.
"Sampai hari ini PDIP, Golkar, juga nggak nolak sebenarnya. Yang agak keras cuma NasDem, tapi kita lihat saja karena itu hak anggota, sepakat tidak sepakat kita lihat di paripurna," pungkas Fahri.
(gbr/bag)










































