Ahok-Djarot Unggul di Jakut, Menang 48,45% Suara

Ahok-Djarot Unggul di Jakut, Menang 48,45% Suara

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 19:24 WIB
Ahok-Djarot Unggul di Jakut, Menang 48,45% Suara
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - Rekapitulasi penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Utara telah selesai dilakukan pada Kamis (23/2/2017) kemarin. Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berada di posisi teratas.

"Kalau kita lihat perolehan suara dari tabel yang kita tabulasi, paslon 2 mendapatkan suara paling tinggi dibanding yang lain," kata anggota KPU Kota Jakut Arif Budianto di kantornya, Jalan Baru Ancol Selatan No. 26, Tanjung Priok, Jakut, Jumat (24/2).

Berdasarkan data rekapitulasi KPU Kota Jakut, Ahok-Djarot mendapatkan 416.720 suara atau 48,45 persen. Dari enam kecamatan yang ada di Jakut, Ahok-Djarot unggul di empat kecamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk Pak Basuki menang di Kelapa Gading sebanyak 53.196 suara, Pademangan sebanyak 42.556, Penjaringan sebanyak 92.391 suara, dan Tanjung Priok sebanyak 99.026 suara. Jadi beliau unggul di 4 kecamatan," ujarnya.

Posisi selanjutnya ditempati oleh paslon nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Anies-Sandi memperoleh 301.256 suara atau 35,02 persen. Pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu unggul di dua kecamatan lain di Jakut.

"Di posisi nomor 2 ditempati Pak Anies dan Pak Sandi. Paslon nomor 3 ini unggul di dua kecamatan, yaitu di Cilincing sebanyak 76.280 suara dan di Koja sebanyak 67.415," ucapnya.

Sementara itu, paslon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapatkan 142.142 suara atau 16,53 persen. Arif mengatakan, pada putaran pertama pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta ini, partisipasi pemilih mencapai 76 persen lebih. Jumlah ini kurang satu persen dari target yang dipasang oleh KPU DKI Jakarta.

"Di Jakarta Utara, ada sebanyak 1.140.185 pemilih yang terdaftar. Hasil rekapitulasi, ada sebanyak 868.944 orang yang menggunakan hak pilihnya atau sebesar 76,21 persen," tutur Arif.

"KPU DKI menargetkan partisipasi pemilih mencapai 77 persen. Saat ini dengan target tidak terlalu jauh, 76 persen. Tapi ini naik 10 persen dibanding tahun 2012, yang partisipasi pemilih sekitar 60 persenan," sambungnya.

Ia berharap pada putaran kedua, yang akan digelar pada 15 April nanti, partisipasi pemilih dapat bertambah. Hal ini bisa diwujudkan dengan memasukkan pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) ke Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Berdasarkan catatan KPU Kota Jakut, pada penyelenggaraan hari pemungutan suara, Rabu (15/2) lalu, ada 45.669 orang yang masuk DPTb. Upaya memasukkan ke DPT itu akan dilakukan berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh KPU DKI. (jbr/ams)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads