"Saya menyampaikan, semua pihak agar menahan dirilah. Jangan sampai terjadi hal-hal yang bersifat anarkistis dan akhirnya menimbulkan sesal kemudian," kata Gubernur Erry saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/2/2017).
Ia menuturkan pihak kepolisian tentunya akan bertindak bila terjadi tindakan anarkistis. Sebab, hal itu dapat mengganggu situasi keamanan Kota Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada pengemudi transportasi online dan betor, Erry berpesan agar terus meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
"Misal, becak yang bagus, itu salah satu (bentuk pelayanan)-nya. Jadi kita harus memberikan pelayanan yang baik. Kalau misalnya ugal-ugalan di jalan, itu bisa bikin citra jadi jelek," ungkapnya.
Secara terpisah, Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho mengatakan pengemudi transportasi online dan betor sudah bersepakat untuk menjaga ketertiban di Kota Medan.
"Mereka sepakat untuk berdamai dan saling menghargai. Kita tentunya mengawasi di lapangan. Kalau terjadi lagi (kerusuhan), tentu akan kita tindak tegas," katanya. (rvk/rvk)











































