"Sesuai dengan peraturan organisasi tentang disiplin anggota. Partai perlu klarifikasi dulu. Dan tentu bertujuan untuk meminta kejelasan," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di kantor DPD Partai Golkar Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2017).
Foto: Screenshot Instagram @sandiuno |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya diselesaikan kepada mekanisme internal. DPP Partai Golkar akan memanggil Ibu Titiek untuk penjelasan dan klarifikasi. Kemudian DPP akan rapat secara resmi membahas hasil," ujar Ace.
Namun DPP belum menentukan waktu pemanggilan Titiek. DPP menunggu surat dari DPD.
"Jadi DPD mengirim surat kepada DPP. Kemudian DPP akan memanggil Ibu Titiek. Jadi waktunya belum tahu," ujar Ace.
Terkait dengan ancaman hukuman, Ace tidak menjelaskan secara gamblang. Apakah akan dipecat atau sanksi lainnya.
"Semua diselesaikan secara internal. Kita sudah terbiasa dengan dinamika internal. Tidak bisa ambil sikap tiba-tiba, ada tahapnya," kata Ace.
Namun Golkar mengingatkan setiap kader untuk mematuhi keputusan partai mendukung pasangan Ahok-Djarot. Ace menganggap Partai Golkar masih solid.
"Bahwa Partai Golkar masih kompak, masih solid, dan selalu konsisten dalam memenangkan dan mendukung Ahok-Djarot. Siapa pun kader partai wajib ikuti kebijakan partai, tanpa memandang dari mana dia berasal," ujar Ace.
Sebelumnya, Titiek dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Anies serta Sandi di sebuah restoran di Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/2). Titiek menjelaskan pertemuan itu adalah acara silaturahmi.
"Silaturahmi saja. Saya kenal baik dua-duanya. Kebetulan anak saya timsesnya, bapaknya juga timsesnya, diundang makan," ujar Titiek di kompleks DPR/MPR, Kamis (23/2).
Dalam pertemuan itu, Anies dan Sandi berfoto bersama Titiek. Tak hanya itu, mereka melakukan gerakan tiga jari yang dikenal dengan salam OK OCE, yang menjadi jargon Anies-Sandi. (aik/erd)











































Foto: Screenshot Instagram @sandiuno