Penelusuran detikcom, Jumat (24/2/2017), melalui akun Facebook Ida yang bernama asli Syarifah Khalida, ia menceritakan bagaimana tindakan sopir taksi itu merugikan Kenichi dan Sayuri. Ida menulis kisah ini berawal ketika ia dan Agung bertemu dengan Kenichi dan Sayuri di Pantai Petitenget sekitar pukul 23.00 Wita, 22 Februari 2017.
"Di gerbang Pantai Petitenget, ketemulah mereka yang bingung dan tanya, apakah ini Pantai Seminyak?" tulis Ida dalam status Facebook-nya yang diunggah pada Kamis (23/2) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mereka harus bayar sopir taksi Rp 579 ribu sekian," tulis Ida.
Wiraswasta itu langsung menambahkan, 'malu-maluin Indonesia saja', untuk mengungkapkan perasaannya atas apa yang dialami Kenichi dan Sayuri. Ida lalu menjelaskan bahwa kedua turis asing itu telah kena scamming yang sudah populer diketahui kalangan turis mancanegara.
"Dan sebagai Indonesians, kami minta maaf untuk itu," tambah Ida.
Selanjutnya, Ida dan Agung menawarkan diri mengantar mereka ke Pantai Seminyak. Kenichi dan Sayuri sangat senang mendapatkan tawaran itu, terlebih Ida dan Agung tak meminta pamrih.
Sampailah mereka di Pantai Seminyak. Ida dan Agung menawarkan diri menunggu mereka karena sudah hampir tengah malam dan sepi. Ida dan Agung menikmati Pantai Seminyak di kala malam dengan berfoto-ria sementara menunggu Kenichi dan Sayuri.
"Pukul 24.00 Wita, mereka telepon sudah di gerbang Pantai Seminyak. Pas aku samperin, ternyata Sayuri ulang tahun," tulis Ida.
Sayuri ternyata hendak merayakan malam pergantian ulang tahunnya di Pantai Seminyak. Seusai pesta ulang tahun kecil itu, Ida dan Agung mengantarkan Kenichi dan Sayuri kembali ke hotelnya.
Ida menyebutkan Kenichi dan Sayuri tidak terlalu fasih berbahasa Inggris dan tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia. Ketika Ida menyatakan akan berkunjung ke Jepang pada 2018, Kenichi dan Sayuri langsung menawarkan diri menemani Ida jalan-jalan di Negeri Sakura.
"Melakukan sebuah kebaikan kecil untuk tabungan di kemudian hari. Karena bisa jadi suatu saat pas aku jalan-jalan ke suatu tempat dan butuh bantuan, mudah-mudahan ada yang mau dengan baik hati bantuin aku juga. Ini hanya hal kecil yang bisa aku lakukan untuk bantuin turis jepang ini," tulis Ida.
"Aku juga senang, pas pertama kali ketemu kami, mereka percaya-percaya saja ya mau untuk dianterin. Padahal kan habis kena scamming. At least, mudah-mudahan bikin mereka merasa kalau hanya oknum orang Indonesia yang suka ngadalin turis-turis begitu," tambahnya. (vid/van)











































