Kisah WN Jepang yang Ditipu Sopir Taksi di Bali dan Bertemu Orang Baik

Kisah WN Jepang yang Ditipu Sopir Taksi di Bali dan Bertemu Orang Baik

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 14:46 WIB
Kisah WN Jepang yang Ditipu Sopir Taksi di Bali dan Bertemu Orang Baik
Foto: Facebook
Denpasar - Penipuan dengan modus jasa taksi di Bali sudah sering dikeluhkan turis asing. Kenichi Miyamoto dan Sayuri, pasangan dari Jepang, menjadi salah satu korban penipuan tersebut.

Kisah mereka ditulis oleh Sayuri dalam dinding akun Facebook-nya pada Kamis, 23 Februari 2017, kemarin. Ketika detikcom mengaksesnya, Jumat (24/2/2017), posting-an Sayuri telah direspons 277 orang pada pukul 13.00 Wita.

Sayuri bercerita dia dan Kenichi hendak menuju Pantai Seminyak dari kawasan Kuta. Mereka menggunakan taksi berargo, tapi betapa terkejutnya ketika mereka melihat argo taksi mencapai Rp 600 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan pula, Sayuri dan Kenichi tidak dibawa ke Pantai Seminyak, melainkan ke daerah Petitenget. Mereka lalu menyatakan tidak mau membayar sesuai dengan argo karena tidak masuk akal.

Si sopir disebutkan mengancam akan melaporkan mereka ke polisi jika tidak mau membayar. Bahkan, menurut Sayuri, sopir taksi itu mengatakan polisi akan menangkap mereka karena hanya si sopir yang bisa berbahasa Indonesia dan Inggris atau menurunkan mereka di lokasi sepi.

Tak mau menjadi masalah lebih besar, Sayuri dan Kenichi terpaksa membayar dan diturunkan di Petitenget. Mereka sempat kebingungan dan tersesat karena lokasi Petitenget jauh berbeda dengan suasana Seminyak.

"Lalu kami bertemu Ida dan Adung, yang menolong kami, membawa kami kembali ke hotel, lalu mengantarkan kami ke Pantai Seminyak. Bantuan kalian sangat berarti, kalian adalah penyelamat," tulis Sayuri lewat akun Facebook-nya.

Ida dan Adung diketahui menghampiri mereka dan menawarkan bantuan. Rupanya, Sayuri hendak merayakan ultah ke-30 di Pantai Seminyak bersama Kenichi.

Dari status media sosialnya itu, Sayuri menunjukkan betapa bahagianya dia mendapatkan pertolongan dari Ida dan Adung, turis domestik asal Jakarta. Sayuri bahkan mengatakan, 'Apalah Bali bagi kami tanpa orang baik, seperti Ida dan Adung'.

"Saya mendapatkan 2 kado. Kado pertama adalah saya selalu dilindungi kebaikan dan tahun ini akan menjadi tahun yang baik," tulis Sayuri.

Sedangkan Ida dan Adung diketahui masih berada di Bali. Ida diketahui tengah menikmati desa seni dan budaya, Ubud, bersama kerabatnya. detikcom telah mencoba menghubungi Ida, namun belum ada respons hingga pukul 14.30 Wita. (vid/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads