Forum Langitan Tolak Gus Dur, Ajukan Ma'ruf Amin
Sabtu, 16 Apr 2005 18:15 WIB
Demak - Harapan Gus Dur mendapat dukungan dari Forum Langitan kandas sudah. Kumpulan para kiai ini justru mem-baiat (menyumpah) Kiai Ma'ruf Amin menjadi calon Ketua Dewan Syuro PKB menggantikan Gus Dur.Baiat terhadap Kiai Ma'ruf Amin dilakukan di Ponpes Fututiyyah, Mranggen, Demak, Jateng, Sabtu, (16/4/2005).Baiat dipimpin Kiai Haji Muhaiminan Gunardo dari Temanggung. Saat keduanya berjabatan tangan sebagai tanda di-baiat, sejumlah kiai yang mendukung berdiri berjajar di belakang keduanya.Kiai-kiai tersebut diantaranya, Kiai Nurul Huda Zazuli dari Kediri, Kiai Haji Abdurohman Khudlori (Ketua Dewan Syuro PKB Jateng), Kiai Haji Anwar Iskandar (Ketua Dewan Syuro PKB Jatim), Kiai Haji Mas Subadar dari Pasuruan, Kiai Haji Ubaidillah Faqih (putera Kiai Abdullah Faqih dari Langitan), Kiai Haji Masbukhin dari Gresik dan tuan rumah, Kiai Haji Hanif Muslich.Setelah proses baiat dilakukan, datang ke ponpes tersebut Ketua Umum PKB non aktif Alwi Shihab, diikuti tokoh PKB lainnya, AS Hikam.Usai pengambilan sumpah itu, Kiai Muhaiminan Gunardo menyatakan, Kiai Ma'ruf Amin diajukan sebagai Ketua Dewan Syuro PKB karena dianggap memenuhi persyaratan untuk duduk di posisi tersebut. Hal senada juga disampaikan Kiai Anwar Iskandar dari Jatim."Gus Dur sebaiknya ditempatkan pada posisi terhormat sebagai penasihat atau mustasyar," tegas Muhaiminan. Menurut Kiai Anwar Iskandar, Kiai Ma'ruf Amin dipilih setelah forum mempertimbangkan sejumlah nama. Namun, pilihan akhirnya jatuh ke Kiai Ma'ruf Amin yang dianggap memiliki kriteria yang sangat meyakinkan, diantaranya wawasan keilmuan yang memadai dan pengalaman yang banyak karena selama ini dia aktif di MUI Komisi Fatwa dan pernah menjadi Ketua Dewan Syuro PKB yang pertama kali sebelum Gus Dur."Sebagai seorang demokrat sejati, Gus Dur seharusnya tidak merasa tabu dengan aspirasi ini," tandasnya. Dikatakannya, karena Gus Dur selama ini memperjuangkan demokratisasi di segala lini, maka akan menjadi sangat tidak baik kalau calon Ketua Dewan Syuro hanya Gus Dur saja.Sedangkan, Kiai Ubaidillah Faqih yang akrab dipanggil Gus Ubed mengatakan, Kiai Abdullah Faqih memang tidak hadir dalam acara pengambilan sumpah maupun di arena muktamar nanti karena kesehatannya yang tidak mengizinkan. Namun, prinsipnya Kiai Abdullah Faqih menyetujui putusan forum di Fututiyyah dan menyarankan Gus Dur bersedia menerima posisi penasihat, karena dengan demikian derajatnya lebih ditinggikan.Idem dengan Gus Ubed, Alwi Shihab yang terang-terangan mendukung Kiai Ma'ruf Amin menyarankan agar Gus Dur berada di posisi yang bukan menentu kebijakan, tapi justru sebagai pengontrol kebijakan yakni seorang penasihat.Sejak awal diakuinya, dia telah mengusulkan tiga nama sebagai Ketua Dewan Syuro PKB, yakni Kiai Haji Mustofa Bisri (Gus Mus), Kiai Ma'ruf Amin dan Kiai Haji Abdurohman Khudlori."Tapi Gus Mus tidak bersedia, sementara Kiai Haji Abdurohman Khudlori justru mendukung Kiai Ma'ruf Amin, dan karena Kiai Ma'ruf Amin bersedia, maka saya mendukung pencalonan ini," katanya.Sedangkan Kiai Ma'ruf Amin hanya menegaskan, dia bersedia dicalonkan karena diperintah para kiai. "Jadi tidak ada kata lain selain mentaati dan menjalankan perintah itu," tegasnya.Gus Dur sendiri dalam berbagai kesempatan selalu menyatakan kesediaannya dicalonkan lagi sebagai Ketua Dewan Syuro PKB. Namun, sejauh ini dia belum resmi mengajukan pencalonan dirinya.
(umi/)











































