380 Hektar Hutan Bakau Rusak Akibat Tsunami
Sabtu, 16 Apr 2005 17:20 WIB
Banda Aceh - Sedikitnya, 380 ribu hektar hutan bakau (mangrove) rusak akibat tsunami dan penebangan liar di sepanjang pantai Aceh. Dari jumlah kerusakan itu, baru sekitar 150 ribu hektar yang direhabilitasi. "Kerusakan ini berakibat fatal bagi kehidupan warga sekitar pantai yang acap terkena gelombang pasang," ujar Menteri Kehutanan MS Ka'Ban di sela-sela kunjungannya di Desa Lamnga, Aceh Besar, Sabtu (16/4/2005). Kedatangan Kaban ke kawasan ini untuk melihat penanaman kembali bakau di sekitar pantai oleh warga setempat terkait rehabilitasi hutan bakau (mangrove) paska tsunami. Meski penanaman bakau yang sudah dimulai warga sebelumnya kurang sesuai dengan aturan, tapi usaha warga untuk melakukan rehabilitasi pantai menurutnya harus disambut baik. Pasalnya, warga sudah mulai sadar akan perlunya hutan bakau di sekitar pantai. "Warga sudah mulai melindungi pantai," katanya. Di kawasan ini, sedikitnya warga sudah menanam 300 batang bakau. Sebelumnya, warga di kawasan Peukan Bada juga melakukan penanaman bakau sebanyak 500 batang. Rencananya, warga sekitar pantai di kawasan yang terkena dampak tsunami, akan melakukan penanaman 1.000 lebih batang bakau. Dia juga menambahkan, kerusakan hutan sudah mencapai 6,6 juta hektar atau sekitar 71 persen dari luas hutan yang ada di Indonesia, termasuk hutan bakau.
(jon/)











































