Momen Silaturami Delegasi DPR dengan Diaspora Indonesia di Ceko

Momen Silaturami Delegasi DPR dengan Diaspora Indonesia di Ceko

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 07:44 WIB
Momen Silaturami Delegasi DPR dengan Diaspora Indonesia di Ceko
Momen silaturami delegasi DPR dengan diaspora Indonesia di Ceko. (Indah Mutiara Kami/detikcom)
Praha - Di sela-sela memenuhi undangan parlemen Republik Ceko, delegasi DPR RI berkesempatan bertemu dengan diaspora Indonesia. Momen silaturahmi itu juga diisi dengan saling berbagi cerita tentang ikatan Indonesia dan Ceko yang sudah berlangsung sejak era Bung Karno.

"Kita menyempatkan diri bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia, dengan para mahasiswa ikatan dinas (Mahid), dengan tokoh-tokoh yang dulu terkenal karena kepandaiannya hingga pada era Bung Karno dikirim sampai ke Ceko untuk belajar," ucap Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, yang memimpin delegasi DPR ke Ceko, Kamis (23/2/2017).

Dalam kunjungan persahabatan ke Ceko, Taufik Kurniawan didampingi sembilan anggota DPR lintas fraksi. Mereka adalah Bowo Sidik Pangarso (Golkar), Alimin Abdullah (PAN), Desy Ratnasari (PAN), Primus Yustisio (PAN), Laila Istiana (PAN), Ahmad Riski Sadig (PAN), Yayuk Basuki (PAN), Jazuli Juwaini (PKS), dan Reni Marlinawati (PPP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Silaturahmi dengan para diaspora Indonesia itu berlangsung di Wisma Duta pada Senin (20/2) malam. Didampingi Dubes RI untuk Republik Ceko Aulia Rahman, silaturahmi itu berlangsung akrab dan cair. Hidangan Indonesia yang lezat tersaji, mulai rendang, soto, dan es campur. Sambil menikmati makan malam, obrolan dan nostalgia mengalir antara delegasi DPR dan para diaspora.

Sebagian dari diaspora itu adalah mahasiswa ikatan dinas (Mahid) yang berangkat ke Ceko pada era Orde Lama untuk belajar. Ketika terjadi transisi politik dari Orde Lama ke Prde Baru, mereka kemudian bertahan di Ceko hingga menikah dan memiliki anak-cucu di negara ini. Pada usia senja, para Mahid masih lincah dan antusias bercerita tentang masa lalu maupun masa kini.

"Salah satu tokoh itu ada ketua kontingen karate Ceko di Olimpiade musim dingin. Ternyata dia orang dari kampung saya di Banjarnegara," kisah Taufik.

"Para cendekiawan itu punya rasa cinta tanah air. Kita harus hormati dan hargai keputusan pribadi mereka yang sudah beralih warga negara," lanjutnya.

Ada pula dialog dengan mahasiswa yang masih menempuh studi di Ceko. Mereka mengambil jurusan yang bervariasi dari S-1 hingga S-3. Selama beberapa hari di Ceko, delegasi DPR disambut baik oleh parlemen dan senat. Kunjungan persahabatan ini juga diisi dengan pembicaraan soal peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, hingga pendidikan.

Taufik juga mengamati hal-hal dari Ceko yang menarik, di antaranya tingkat ketaatannya terhadap aturan. "Di Ceko, tingkat kebersihan, kedisiplinan, ketaatan pada UU tinggi. Menurut penjelasan pimpinan parlemen, Ceko adalah negara yang aman. Tingkat kekerasan terhadap perempuan sangat kecil," papar Taufik.

"Kita akan membawa hasil diplomasi parlemen ini dan menindaklanjuti pertemuan dengan diaspora Indonesia," tutupnya. (gla/dhn)


Berita Terkait