Foto Saat Evakuasi Balita Tenggelam Viral, Ini Cerita Pelda Idris

Foto Saat Evakuasi Balita Tenggelam Viral, Ini Cerita Pelda Idris

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 23 Feb 2017 22:11 WIB
Foto Saat Evakuasi Balita Tenggelam Viral, Ini Cerita Pelda Idris
Pelda Idris saat mengevakuasi korban. (Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Anak balita berusia 3 tahun tewas setelah terseret arus sungai di belakang rumahnya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu (19/2) lalu. Saat itu jenazah balita bernama Mufida Salsabila Yulinda itu dievakuasi seorang anggota TNI.

Anggota TNI itu adalah Pelda Mohammad Anwar Idris, anggota Koramil 0806/10 Pule, Trenggalek. Fotonya ketika mengevakuasi Mufida menjadi viral. Dia pun berbagi kisahnya ketika melakukan evakuasi itu.

Baca Juga: Hilang dari Pantauan, Balita Tewas Terseret Sungai di Trenggalek

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Idris menceritakan, kejadian itu bermula saat dia mendapat informasi tentang balita tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB di aliran Sungai Gugur di Desa/Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Dia langsung menghubungi anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Trenggalek wilayah Pule dan berangkat menuju lokasi kejadian.

"Ketika itu, saya sedang piket di Koramil. Setelah sampai di lokasi kejadian, di dekat kantor kecamatan sudah ramai orang yang membantu penyisiran korban. Kemudian sesuai pengalaman di TNI, saya mengaplikasikan pertimbangan keadaan medan dan pertimbangan keadaan taktis," kata Idris, Kamis (23/2/2017).

Dengan melihat kondisi air sungai yang penuh dan aliran sungai yang berkelok-kelok, pria yang sudah 26 tahun bertugas di TNI itu memperkirakan keberadaan jasad korban belum jauh dari lokasi kejadian.

Dia lalu melakukan penyisiran bersama beberapa relawan lain di aliran sungai yang terdapat pusaran air. Benar saja, saat itu ia mendapat satu petunjuk berupa sandal korban yang mengapung di sungai.

"Saat itu kondisi air sungai sangat deras sehingga sandal sulit diambil. Kemudian karena sudah masuk waktu asar, saya ambil air wudu dan menginstruksikan kepada TRC maupun rekannya yang lain agar segera memberi tahu ketika ada benda mencurigakan," terangnya.

Selang beberapa saat, sejumlah warga yang berada di atas aliran sungai berteriak-teriak karena melihat benda mencurigakan berwarna merah yang timbul-tenggelam di aliran sungai. Mendapat informasi itu, dengan cekatan Pelda Idris langsung turun ke sungai untuk melakukan penghadangan. Anggota TNI asal Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, ini sempat mengalami kesulitan mendekati benda tersebut karena kondisi air cukup deras.

"Setelah merapat sedikit demi sedikit, akhirnya berhasil mendekat. Saat saya pegang, sempat lepas, kemudian saya raih lagi dan berhasil. Ketika saya ambil, jasad korban itu masih hangat," ujarnya.

Dengan insting kedaruratan yang telah melekat pada jiwa TNI, Idris langsung menjungkir balita tersebut dengan tujuan mengeluarkan air yang masuk ke dalam tubuh korban. Dia juga memberikan napas buatan serta memompa jantung.

"Tubuh masih hangat, tapi tidak bergerak dan denyut jantung hilang. Akhirnya langsung kami bawa ke Puskesmas Pule. Namun, setelah ditangani tim medis, nyawa korban dinyatakan sudah tidak tertolong," ucapnya.

Terkait fotonya yang kini tersebar di media sosial dan menjadi viral, Pelda Idris sama sekali tidak menyangka. Semua usahanya tersebut murni panggilan jiwa dan merupakan sebuah kewajiban untuk mengabdi dan membantu masyarakat.

Sementara itu, Komandan Kodim 0806 Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo Asmoro mengapresiasi langkah yang diambil Pelda Idris dalam proses evakuasi korban tenggelam tersebut. Menurutnya, aksi cekatan tersebut sangat diperlukan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.

"Memang seharusnya anggota TNI seperti itu, total dalam menjalankan tugas dan tidak setengah-setengah," ujarnya kepada detikcom.

Terkait aksi heroik tersebut, pihaknya memberikan penghargaan khusus kepada Pelda M Anwar Idris berupa piagam serta uang pembinaan. Bayu berharap penghargaan itu dapat menambah semangat Idris serta mampu memberikan motivasi kepada anggota TNI yang lain. "Kami juga menyampaikan penghargaan dari Kodam V Brawijaya," imbuhnya. (dhn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads