"Posisi PD sampai hari ini kami masih terus konsolidasi, sambil menunggu pleno yang dilakukan KPU DKI," ujar Sekjen Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, di Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi nomor 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).
Hinca mengatakan partainya tengah mempertimbangkan untuk memberikan dukungan di antara dua pasangan calon yang maju di putaran 2 Ahok-Djarot atau Anies-Sandiaga. Posisi Demokrat saat ini disebut dibutuhkan menambah dukungan koalisi paslon nomor urut 2 dan nomor urut 3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya keputusan memberikan dukungan ke calon di putaran kedua tidak bisa dilakukan cepat. Komunikasi politik dengan parpol lain tetap dijalin meski bukan hanya untuk mengurusi pilkada DKI.
"Saya misalnya bersahabat baik dengan Mas Hasto (Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP-red), kami bicara panjang lebar. Kami juga bersahabat baik dengan Muzani (Ahmad Muzani Gerindra-red) kami berbincang panjang lebar. Saya kira politik harus begitu bukan hanya pilkada di DKI," imbuhnya.
Dari hasil real count C1 seperti dilihat dari Situng Pilgub DKI, Selasa (21/2), jumlah perolehan suara Agus-Sylvi yaitu 936.461 suara, Ahok-Djarot 2.357.785 suara, dan Anies-Sandiaga 2.193.530 suara. Pilkada DKI akan dilanjutkan ke putaran kedua.
"Ini menarik, saya buat ilustrasi olahraga saja. Kalau Anda kalah di semifinal dan tak ikut ke final, kan kau tak bisa apa-apa untuk final itu," kata Hinca menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan sikap nonblok yang dipilih Demokrat. (fdn/dhn)











































