"Jadi, Mas Anies yang bilang ada sebuah pembahasan bahwa demokrasi kebablasan. Oh, justru kita lagi menunjukkan kepada dunia, Pak Prabowo, Anies, dan Mbak Titiek, dan saya sepakat bahwa demokrasi yang kita jalankan ini sebetulnya produk sebuah demokrasi Pancasila yang bersanding baik sekali dengan kematangan daripada warga melakukan exercise demokrasinya," ujar Sandiaga kepada detikcom di Jalan Adityawarman No 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017).
Secara keseluruhan, demokrasi Indonesia saat ini dipandang keempatnya tengah menuju sebuah transformasi dari masa 20 tahun lalu. Prabowo dan Titiek, dikatakan Sandiaga, merupakan saksi hidup dari rezim saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga tidak menyebut demokrasi kebablasan yang dikatakan Presiden Joko Widodo tepat ataupun tidak tepat. Namun kematangan demokrasi saat ini dapat dilihat dari peran berbagai unsur yang ada.
"Kita bilang justru kita-kita ini adalah produk dari demokrasi Indonesia. Jadi pers-media memainkan peran, DPR memainkan peran, partai politik memainkan peran, kita sebagai tokoh-tokoh memainkan peran, dan rakyat juga memainkan peran," imbuhnya.
"Dan sebetulnya ungkapan demokrasi kebablasan itu mungkin sebagai bentuk koreksi dari misalnya media sosial yang terlalu bablas, ya itu mungkin saya sepakat. Tapi kalau misalnya berkaitan dengan hak rakyat menjalankan pesta demokrasi, itu menurut saya sangat luar biasa," sambungnya. (nvl/erd)











































