Dua WNI Sempat Ditahan Arab Saudi Karena Gurauan Bom

Dua WNI Sempat Ditahan Arab Saudi Karena Gurauan Bom

Hary Lukita Wardani - detikNews
Kamis, 23 Feb 2017 19:44 WIB
Dua WNI Sempat Ditahan Arab Saudi Karena Gurauan Bom
Ummi Widya Yani dan Triningsih sempat ditahan Arab Saudi karena bercanda soal bom di pesawat. (Hary Lukita Wardani/detikcom)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengumumkan ada dua warga negara Indonesia yang baru saja lepas dari sel tahanan Arab Saudi. Dua orang itu sempat ditahan akibat bercanda dengan kata bom.

Dua WNI tersebut adalah Ummi Widya Yani dan Triningsih. Satu bulan yang lalu mereka pergi ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah. Namun nahas, akibat kalimat bercanda yang dilontarkan Ummi, mereka harus berurusan dengan otoritas negara Arab.

Diky Yunus, Kepala Fungsi Konsuler KBRI Jeddah, menceritakan, sesaat sebelum lepas landas dalam pesawat Royal Brunei, Ummi dan Tri ditanyai oleh pramugari yang sedang memindahkan tasnya ke kabin. Pramugari menanyakan tentang isi tas yang mereka bawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ummi dengan polos dan bergurau menjawab, "Bom." Sontak sang pramugari langsung melaporkannya kepada kopilot dan pilot yang bertugas.

"Mereka ditanya sama pramugari yang angkat tasnya, 'Bu, ini isinya apa kok berat sekali?' Dengan bercanda, Ibu Ummi bilang bom. Langsung pramugari lapor kopilot dan pilot yang bertugas," ungkapnya di Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).

Akibatnya, semua penumpang harus ditunda keberangkatannya dan dilakukan pemeriksaan ulang. Ummi dan Tri langsung dibawa ke ruang tahanan wanita, yang berada 30 meter dari bandara.

Menurut Diky, hal tersebut sudah sering terjadi. Negara-negara seperti Arab menganggap serius hal itu mengingat beberapa kali ada kasus bom bunuh diri di sana.

"Hal ini sangat dianggap serius bagi otoritas Arab, karena kondisi di sana beberapa kali ada bom bunuh diri," imbuh Diky.



Setelah KBRI melakukan diplomasi dan komunikasi yang baik dengan otoritas negara Arab, akhirnya Ummi dan Tri berhasil dibebaskan dan kembali ke Indonesia pagi tadi.

Permintaan maaf dari Ummi terucap untuk tidak bercanda dengan hal seperti itu lagi. "Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada KBRI dan Arab Saudi yang sudah berupaya bekerja keras membebaskan saya. Saya mohon maaf sudah meresahkan masyarakat. Saya nggak tahu sebenarnya kalau akibatnya separah ini," ujar Ummi.

Hal senada disampaikan Triningsih kepada masyarakat Indonesia untuk tidak sembarangan bercanda dan berucap.

"Saya minta maaf sama Kemlu dan KBRI Jeddah. Apa yang saya ucapkan di pesawat sudah membuat resah," imbuhnya.

Diky mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berucap dan bergurau di mana pun berada. Apalagi dengan kalimat sensitif.

"Kami mengimbau agar lebih berhati-hati dalam bergurau, apalagi dengan isu seperti ini. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bersama," tutupnya. (dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads