Aksi personel pasukan oranye Dadan Wiradana (27) menyelami got Gondangdia untuk membersihkan sumbatan saluran air membuat publik tercengang. Menurut penuturan Dadan, aksi semacam itu lumrah dilakukan kawan-kawan sepekerjaannya.
"Iya sama (kawan sesama pasukan oranye juga demikian). Ada teman saya juga," kata Dadan kepada detikcom di trotoar depan kantor Kelurahan Gondangdia, Jl Jambu Nomor 2A, Kamis (23/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin itu kejadiannya selain di Jalan Lombok, juga di Jalan Haji Agus Salim. Saya nyebur juga itu," kata Dadan.
Permasalahan got di Jalan Haji Agus Salim sama dengan got di Jalan Lombok, yakni got mampet karena sampah. Padahal hujan belum kunjung berhenti. Butuh keputusan dan aksi cepat untuk mengatasi air, sebelum genangan berubah menjadi banjir dan membuat repot warga Jakarta.
Dadan, anggota pasukan oranye yang nyemplung ke got hitam (Heldania Ultri Lubis/detikcom) |
"Emang udah instruksi dari atasan. Karena hujan, maka diprioritaskan saluran-saluran air, jadi ya sudah (menyelam ke got)," kata Dadan.
Atasan Dadan di Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Gondangdia tahu bahwa aksi penyelaman comberan ini sering dilakukan anak buahnya. Personel seperti Dadan dan teman-temannya bakal cekatan bila memang sedang dalam kondisi yang memungkinkan.
"Kalau pimpinan sih cuma mengimbau doang, hati-hati. Kalau memang nggak sanggup, jangan dikerjakan. Kalau memang sanggup, ya terserah. Kalau mau dikerjakan, ya dikerjakan," tuturnya.
Lebih dari itu, aksi menyelam di air comberan dilakukannya karena kondisinya memang sudah darurat. Pompa dari Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI tak bisa langsung datang seketika. Maka, daripada terjadi banjir, lebih baik langsung dieksekusi: ambil sampah yang menyumbat got.
"Daripada nunggu lama, daripada saya diam," kata dia. (dnu/tor)












































Dadan, anggota pasukan oranye yang nyemplung ke got hitam (Heldania Ultri Lubis/detikcom)