BNP2TKI: Kalau Bekerja ke Luar Negeri, Lewat Jalur Resmi

BNP2TKI: Kalau Bekerja ke Luar Negeri, Lewat Jalur Resmi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 23 Feb 2017 13:45 WIB
BNP2TKI: Kalau Bekerja ke Luar Negeri, Lewat Jalur Resmi
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid (Foto: Ahmad Bil Wahid-detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengimbau masyarakat yang akan bekerja di luar negeri untuk menggunakan jalur resmi.

"Kami minta kalau bekerja ke luar negeri, bekerjalah lewat jalur resmi biar jelas. Supaya tidak disalahgunakan orang," ujar Nusron di Kantor BNP2TKI, Jalan MT Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017).

Dengan menggunakan jalur resmi, masyarakat lebih mudah dipantau oleh pemerintah. Pihak terkait akan cepat mendeteksi kejadian yang dialami WNI yang menjadi TKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada apa-apa kita jadi cepat tahu, dia bekerja sebagai apa. Jadi bisa dideteksi lewat sistem informasi," sambung Nusron.

Imbauan ini disampaikan Nusron terkait kasus Siti Aisyah yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Menurut Nusron, Siti Aisyah tidak terdaftar sebagai TKI yang menggunalan jalur resmi lewat BNP2TKI.

"Nah, itu tidak tercatat secara resmi di dalam BNP2TKI maupun dalam sistem informasi di kita karena kalau orang yang mendaftar secara resmi pasti semua terdaftar sehingga kalau terdaftar dalam Siskot (Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri) termonitor oleh KBRI setempat," tutur Nusron.

Dia menegaskan pemerintah akan terus membantu Aisyah. Pendampingan hukum diberikan pemerintah terhadap Aisyah yang masih ditahan Kepolisian Malaysia.

"Yang bersangkutan tetap WNI. Apakah dia prosedural atau tidak, legal atau ilegal negara wajib melindungi. Kalau ada apa-apa. Pasti kita bela," imbuh Nusron.

Aisyah, yang ditangkap pada Kamis (16/2), disebut Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalid Abu Bakar menyadari keterlibatan serangan racun ke Jong-Nam.

Serangan terhadap Jong-Nam itu terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (13/2), bersama wanita Vietnam, Doan Thi Huong (28). Polisi menyebut Aisyah dan Doan beberapa kali berlatih di KLCC sebelum melakukan serangan ke Jong-Nam.

(fdn/bpn)


Berita Terkait