"Kabarnya bisa enam (pesawat), bisa tujuh, karena pemberitahuan pastinya juga belum ada. Kita masih menunggu infonya," kata Corporate Communication Department Head Angkasa Pura I, Ida Bagus Ketut Juliadnyana, saat dihubungi detikcom, Rabu (22/2/2017).
Dikatakannya, pesawat-pesawat itu nantinya diparkir di bandara lain agar aktivitas dan kegiatan operasional di Bandara Ngurah Rai tidak terganggu. Sebab, aktivitas di Bandara Ngurah Rai padat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan kalau untuk parkir saja beberapa akan dipindahkan parkirnya di bandara lain, agar kegiatan operasional di Bandara Ngurah Rai tidak terganggu," sambungnya.
Namun belum ditentukan bandara-bandara mana saja yang akan dijadikan tempat parkir pesawat-pesawat Raja Salman tersebut.
"Kita masih evaluasi, bisa jadi di bandara terdekat, atau di bandara yang jauh juga bisa, agar tidak ganggu operasional rutinitas bandara saja," tuturnya.
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan membawa 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran dalam rombongannya saat berkunjung ke Indonesia. Setelah rangkaian kunjungan kenegaraan pada tanggal 1-3 Maret 2017, mereka akan ke Pulau Bali.
"Tanggal 4 sampai 9 beliau akan ada di Bali untuk beristirahat," kata Seskab Pramono Anung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).
Mengenai kunjungan ke Bali, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir menambahkan, Raja Salman tertarik pada Pulau Dewata. Tetapi belum diketahui apa agenda Raja Salman di sana nantinya.
"Bayangan saya, ada sejumlah informasi yang diterima Istana Raja bahwa Bali ada daya tarik. Tidak sedikit warga Saudi, warga Timur Tengah, yang berbulan madu di Bali. Bali justru terkenal karena banyak yang ke sana untuk berbulan madu. Bisa jadi karena itu," ungkap Fachir. (idh/dnu)











































