DetikNews
Rabu 22 Feb 2017, 15:50 WIB

Ahok Merasa Tak Kecolongan Soal Banjir

Bisma Alief Laksana - detikNews
Ahok Merasa Tak Kecolongan Soal Banjir Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak kecolongan dengan banjir yang terjadi. Ahok menyebut penyebab banjir salah satunya terkait fenomena alam yang terjadi.

"Nggak (merasa kecolongan banjir Jakarta). Memang hujan kemarin debitnya besar. Memang kalau dibandingkan dengan dulu, kemarin jauh lebih besar. La Nina kan," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

Sejumlah hal yang diduga menjadi penyebab banjir juga tidak lepas dari sorotan Ahok. Salah satunya adalah Pintu Air Cawang yang dianggap Ahok terlambat untuk dibuka, sehingga membuat kawasan Cawang dilanda banjir. Ke depan, Ahok meminta semua pintu air dan pompa ada di bawah kendali Pemprov DKI.

"Nah itu di Cawang juga ada terlambat buka. Kita lagi bilang ke BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane), tolong pintu air, pompa semua, kami yang kendalikan saja. Karena kemarin dia lupa buka (pintu air), Cawang kena. Kan ada beberapa lokasi yang sudah tidak banjir, terus kena. Ini masalah pintu. Sebagian ada di BBWSCC, sebagian di kami. Nah sekarang semua di kami saja. Jadi ada CCTV, semua dikontrol dengan baik," papar Ahok.

Proyek pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) juga disebut oleh Ahok menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. Ahok menganggap tumpukan beton untuk pembangunan tol tersebut menghambat aliran sungai di sekitar lokasi.

"Tumpukan (beton) di tol Becakayu. Nah kita sudah minta kontraktornya mesti cepat. Dulu Kuningan juga suka banjir kan. Karena ya itu, kontraktor kerja, gali-gali, (jadi) kesumbat," kilah Ahok.

Saat ditanya terkait sistem peringatan dini banjir Jakarta, Ahok mengatakan bahwa sistem tersebut sudah berjalan dengan baik. Apalagi saat ini Pemprov DKI sudah bekerja sama dengan Twitter untuk memetakan lokasi banjir di Jakarta.

"Semua titiknya keluar kok. Kita kerja sama dengan Twitter, kamu nge-tweet saja keluar kok. Jadi peta kita punya sistem sangat baik," tuturnya.

Ahok mengimbau pada warga Jakarta untuk tidak buang sampah sembarangan, khususnya di sungai-sungai Jakarta. Ahok mengingatkan bahwa sampah plastik bisa menyebabkan sumbatan di sungai yang nantinya bisa menyebabkan banjir.

"Kita juga imbau warga DKI jangan buang sampah plastik (sembarangan). Itu teman-teman PPSU yang nyelam-nyelam itu kan karena ambil sampah, ada sumbatan. Makanya itu yang kita minta," katanya.


(bis/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed