"Itu akan menjadi salah satu masukan penting untuk DPP, tentu masukan dari Kiai NU, kedua kandidat dan ketum partai pendukungnya," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (22/2/2017).
PKB juga menurutnya akan mempertimbangkan rekomendasi dari tokoh-tokoh masyarakat dan juga struktur partai. Adapun yang sudah menyatakan dukungannya untuk Anies-Sandi adalah DPC PKB Jakarta Utara, DPC PKB Jakarta Barat, DPC PKB Jakarta Timur, dan DPC PKB Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Wakil Ketua Komisi IV DPR itu mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan. DPP PKB, kata Daniel, masih terus menampung masukan sebagai bahan pertimbangan.
"Karena masukan-masukan yang ada di atas bukan cuma sekedar pilih A atau B, tapi juga penjelasan implikasi besar dan luas dari masing-masing pilihan yang ada berdasarkan suara basis dan fakta lapangan yang dipahami dan didapati oleh para pihak di atas," tuturnya.
Ketum PKB Muhaimain Iskandar pun sudah melakukan pertemuan dengan partai pengusung pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, PDIP. Belum jelas apakah PKB sudah melakukan pertemuan dengan kubu Anies-Sandi.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan, pimpinan partai berlambang banteng moncong putih itu mengkonsolidasikan semua kekuatan untuk melobi partai-partai khususnya gerbong Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan pendukung pemerintah Jokowi-JK. PKB merupakan salah satu partai yang tergabung di KIH.
"Pendapat Mbak Mega juga kita hargai, tapi sekali lagi ini bukan sekedar pilih A atau B, karena pilkada DKI saat ini berdampak besar bukan hanya untuk DKI tapi juga berbagai daerah di Indonesia," kata Daniel.
Terlepas dari hal itu, PKB disebutnya tetap ingin berpartisipasi agar penyelenggaraan pilkada serentak 2017 berlangsung dengan baik. Hal tersebut menurut Daniel sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.
"PKB ingin pilkada yang ada berjalan baik dan menjadi prestasi pemerintahan Jokowi-JK, sehingga PKB akan mengambil keputusan yang terbaik untuk memastikan hal itu," ujar dia.
"Kita sedang berpikir keras, apapun pilihannya nanti semoga yang terbaik, agar pilkada berlangsung sukses dan tidak semakin menguatnya radikalisme dan sektarianisme pasca pilkada, sebaliknya NKRI harus semakin kokoh," imbuh Daniel.
Sebelumnya Megawati meminta kader-kadernya menyiapkan tenaga dan sumber daya untuk bertarung lagi di putaran dua Pilgub DKI. Ia merasa masih ada kekurangan dari pihaknya sehingga menyebabkan pasangan yang diusungnya, Ahok-Djarot, tak menang pada putaran pertama.
"Kita konsolidasikan semua kekuatan yang kita punya termasuk melobi semua partai yang ada dalam pusaran KIH (Koalisi Indonesia Hebat)," tegas Megawati, Selasa (21/2). (elz/erd)











































