Gus Dur: PKB Sering Tak Dapat Kawan Karena Berseberangan
Sabtu, 16 Apr 2005 11:55 WIB
Demak - Gus Dur berpendapat perlu keberanian moral untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Meski hal itu membuat PKB tidak dapat kawan karena berseberangan."PKB selama ini dalam mengambil keputusan selalu berseberangan dengan pendapat umum. Oleh karena itu PKB sering tidak mendapat kawan," kata Ketua Dewan Syuro PKB ini dalam sambutan pembukaan Muktamar II PKB.Acara diselenggarakan di Pondok Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Kabupaten Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (16/4/2005)."Tapi untuk hal keberanian moral untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, keberanian moral untuk menyendiri, dan dicap brengsek sama yang lain, tidak apa-apa. Demokrasi tidak akan tegak tanpa kedaulatan hukum," ujar pria bernama lengkap Abdurrahman Wahid ini.Dia juga menyoroti pemberitaan pers yang dinilai membuat ruwet persoalan DPP PKB. Sebab selama ini dirinya selalu diberitakan seolah-olah berseteru keras dengan Saifullah Yusuf dan Alwi Shihab."Padahal semua itu berdasar pada AD/ART PKB yang melarang rangkap jabatan, juga AD/ART NU yang melarang rangkap jabatan," tukas Gus Dur.Hal itu terkait pemecatan Saifullah Yusuf dari jabatan Ketua DPP PKB karena menjabat Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, sedangkan sedangkan Alwi Shihab dipecat dari jabatan Ketua Umum DPP PKB karena menjabat Menko Kesra.Selain itu Gus Dur mengomentari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung. Dia ingin agar peran pimpinan parpol menentukan calon dalam Pilkada dikurangi."Saya ingin rakyat yang menentukan calon mereka sendiri. Sebab partai ke depan yang akan dipilih rakyat adalah partai yang memperjuangkan dan memikirkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan rakyat. Saya harap PKB dalam muktamar ini membuat keputusan-keputusan mengenai hal itu," ujar Gus Dur.
(sss/)











































